Meskipun demikian, Erick juga menambahkan bahwa Kuwait ternyata tak hanya membatalkan pertandingan dengan Timnas, namun juga mundur dari turnamen lain di Uni Emirat Arab (UEA).
Hal ini mengindikasikan adanya masalah internal di dalam KFA, yang menjadi alasan utama pembatalan.
Meskipun Erick Thohir mencurigai adanya sabotase, beberapa media menyebutkan bahwa mundurnya Kuwait lebih disebabkan oleh masalah internal federasi mereka.
Ada dugaan bahwa KFA mengalami gejolak internal yang membuatnya tidak bisa memenuhi jadwal pertandingan yang telah disepakati bersama FIFA.
PSSI sendiri telah melayangkan surat protes keras kepada KFA dan berencana melaporkan insiden ini ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Baca Juga: Cedera Lutut Achmad Maulana Jadi Pukulan Berat, Dokter Prediksi Absen dari Timnas Indonesia U-23
Langkah ini diambil untuk menuntut kejelasan dan menunjukkan komitmen PSSI dalam menghadapi masalah ini secara serius.
Akibat mundurnya Kuwait, PSSI kini tengah berupaya keras mencari lawan tanding pengganti.
Rupanya Uzbekistan Akhirnya mengajukan diri untuk menggantikan Kuwait dalam laga matchday pada 5 September mendatang, kemudian ada isu Brazil dan Uruguay akan menggantikan Kuwait juga mencuat.
PSSI menegaskan akan mengoptimalkan persiapan dengan tetap fokus pada pertandingan yang sudah pasti, yaitu melawan Timnas Lebanon pada 8 September 2025.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!