“Emang kelompok umur ada rank FIFA-nya? Apa ngomongin ranking pembinaannya ya?” kata @aw_putri14.
Sebagian netizen juga menggarisbawahi pentingnya mempertahankan pelatih asing berkualitas, karena dianggap membawa peningkatan signifikan dalam taktik dan mental pemain.
“Pelatih dari Jepang memang nggak kaleng-kaleng untuk timnas senior wanita. Kalau bisa dari Jepang juga agar chemistry yang udah dibangun tidak berubah kalau pelatih dari lokal,” jelas @uji_1993.
Baca Juga: Jay Idzes Kembali ke Serie A Bersama Sassuolo, Netizen Janji Banjir Notifikasi di Instagram
Selain isi unggahan, gaya penyampaian Erick yang dianggap terlalu panjang dan berfokus pada ranking FIFA juga tak luput dari kritik.
“GK perlu panjang lebar pak,” tulis @yudha21agustiana.
Kontroversi dari unggahan tersebut mencerminkan semakin kritisnya pandangan publik terhadap arah pembinaan sepak bola putri di Indonesia.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @erickthohir, polemik ini menjadi pengingat bahwa pembangunan sepak bola tidak hanya diukur dari satu hasil pertandingan, tetapi juga dari visi jangka panjang yang konsisten.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!