“Struick di dewa hanyalah anak baru puber yg baru merintis karir di dunia sepakbola profesional,” tulis akun @marsyaerika_.
Komentar lain bahkan bernada sindiran terkait ekspektasi tinggi terhadap Struick.
“Awalnya respon gue ke dewa united ‘widih skuadnya ngeri’, barusan respon gue berubah jadi ‘Lah malah bojd’,” cuit akun @yusufdwi_m.
“Ini awal sudah biasa terjadi, tidak usah berlebihan menilai pemain baru. Semua butuh waktu adaptasi, Cristiano Ronaldo & Messi pun gak langsung gacor,” ujar @rajendra_andra18, yang meminta publik untuk lebih bersabar.
“Karirnya sudah habis rafa,” tulis singkat akun @arif.asrofi5 yang langsung mendapat ratusan likes.
“Struick itu overrated dan itu factos yang katanya liga tarkam aja gak bisa ngapa²in,” kritikan semakin tajam datang dari akun @rizal_ap19.
“Untuk sekelas pemain yang dinaturalisasi, masih underperform Rafa,” komentar dari @farilla_nadilla
Tak berhenti di situ, sebagian netizen menilai keputusan merekrut Struick adalah kesalahan.
“Rafael Struick pembelian gagal,” tulis @ribasbobotoh.
“Untung aja Persija gak jadi ambil Struick. Ternyata minta gaji gede dan fasilitas bolak-balik Belanda gak setara sama maennya,” kata @joey.tehyt.
Meski kritik membanjiri, ada pula suara yang mencoba memberikan semangat.
“Stay enthusiastic and keep working @rafaelstruick, you have to prove that what people say is just insults without any substance,” dukung @tatjoe.
Baca Juga: Postingan Instagram Story Rafael Struick Picu Tanda Tanya Besar, Benarkah Akan Gabung Dewa United?
Kekalahan ini menjadi sinyal bahwa Dewa United masih perlu pembenahan, terutama dalam memaksimalkan peran pemain bintangnya.