“FOKUS TIMNAS. Bilang aja timnas putra senior biar cahaya dan nama sama kayak pahlawan.” tulis akun @r.naova13, menyampaikan ketimpangan prioritas Ketua Umum PSSI.
Tak sedikit yang menyoroti fenomena unggahan Instagram Timnas Indonesia mengenai “tag akun Ketum PSSI” hanya saat kemenangan, sementara saat kalah justru tidak disorot.
“Heran gua giliran menang tag Erick Thohir, giliran kalah ga ditag.” tulis akun @karey_0219.
Banyak warganet yang menyampaikan kritik konstruktif, salah satunya terkait pentingnya kompetisi reguler untuk pemain putri.
“Liga Putrinya dong realisasikan, semua butuh proses.” tulis akun @haikal_nazwa.
Ada pula yang menyoroti perbedaan mental dan strategi pelatih.
“2 x 45 menit, coach Indo cuma duduk. Sedangkan coach Viet tetap ngasih arahan walaupun udah nggebantai 7-0, beda SDM.” komentar dari akun @evendnomensen.
Kekalahan ini kembali menegaskan jarak yang masih lebar antara sepak bola putri Indonesia dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, khususnya Vietnam dan Thailand yang memiliki pembinaan berjenjang serta liga yang aktif.
Tanpa adanya kompetisi domestik yang konsisten, pemain timnas putri Indonesia akan kesulitan mendapatkan jam terbang dan pengalaman bermain di level tinggi.
Pertandingan melawan Kamboja di laga terakhir fase grup akan menjadi ujian terakhir untuk Garuda Pertiwi di turnamen ini, meski secara matematis peluang lolos sudah nyaris tertutup.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun resmi Instagram Timnas Indonesia, gelombang kritik publik ini menjadi peringatan keras bagi federasi untuk segera membenahi fondasi sepak bola putri nasional, bukan hanya fokus pada pencapaian timnas putra.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!