Tak sedikit pula yang menyentil kualitas pelatih timnas senior.
"Pelatih timnas senior noh planga-plongo," komentar @gusprie.1978, yang tampaknya membandingkan antara kinerja pelatih lokal dan asing.
"Beda class kalau coach-nya dari luar sama dengan coach lokal," tulis akun @indrarappdjordy75 menekankan pentingnya kualitas dan pengalaman pelatih asing dalam membangun tim yang kompetitif.
Pelatih asal Jepang, Akira Higashiyama, memang mendapat banyak pujian atas pendekatan taktikal dan motivasinya terhadap para pemain muda.
Banyak yang melihat tim ini bermain lebih terorganisir dan memiliki semangat juang tinggi.
"Semangat Coach Akira. Intinya pelatih yang sudah kasih trofi gak bakalan dipecat sama bapak Erick Thohir," tulis akun @sepong.terus.wkwk, menyentil dinamika internal federasi sekaligus mengapresiasi pelatih asing yang membawa perubahan.
Kini, perhatian tertuju pada pertandingan penentuan melawan Turkmenistan. Jika mampu mengamankan kemenangan, harapan untuk melaju ke fase berikutnya akan semakin besar, meskipun nasib akhir tetap dipengaruhi oleh hasil laga lain di grup.
Kiprah Ajeng Sri Handayani dan Jazlyn Kayla Firyal juga patut diapresiasi. Mereka tampil sebagai pahlawan dan membuktikan bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi besar jika diasah dan diberi kepercayaan. Keduanya menunjukkan keberanian dan kualitas teknik di momen krusial.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!