sports

Timnas Putri Indonesia Dibantai Thailand di Laga Pembuka ASEAN Women’s Championship 2025, Netizen: Memalukan Tidak Punya Liga

Kamis, 7 Agustus 2025 | 07:30 WIB
Tangkapan layar Reva Octaviani berusaha mengamankan bola dari pemain Thailand. (Instagram/erickthohir)
 
SketsaNusantara.id – Kekalahan telak Timnas Putri Indonesia dari Thailand dalam laga perdana Grup A ASEAN Womens Championship 2025 menuai sorotan publik.

Skor 0-7 bukan sekadar angka, tetapi memantik diskusi lebih dalam soal absennya sistem pembinaan berkelanjutan dan minimnya perhatian terhadap sepak bola putri di Tanah Air.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Lach Tray, Haiphong, Vietnam pada Rabu malam, 6 Agustus 2025 tersebut memperlihatkan betapa dominannya tim Thailand atas Indonesia.
 
 
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, tim Gajah Perang langsung menguasai jalannya laga.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan resmi @timnas.indonesia, Thailand sukses mencetak lima gol di babak pertama dan menambah dua gol lagi di babak kedua. Indonesia tak mampu memberikan perlawanan berarti, bahkan kesulitan keluar dari tekanan sepanjang pertandingan.

Kekalahan ini sekaligus menjadi pengingat pahit bahwa masih ada jurang besar antara Timnas Putri Indonesia dan tim-tim kuat di Asia Tenggara, salah satunya karena ketidaksiapan secara struktur maupun kompetisi.
 
Baca Juga: 3 Negara Kuat Resmi Gabung Piala Kemerdekaan 2025, Siapa Saja yang Akan Jadi Lawan Timnas Indonesia U-17?

Tak butuh waktu lama, warganet pun langsung membanjiri kolom komentar akun Instagram @timnas.indonesia.
 
Mayoritas menyayangkan kekalahan ini, namun bukan karena hasilnya semata, melainkan karena mereka melihat akar permasalahan yang jauh lebih dalam: tidak adanya liga putri yang berjalan secara konsisten dan profesional.

“Memalukan tidak punya liga putri,” tulis akun @madflag45.
 
Komentar ini langsung menyita perhatian dari pengguna lain.
 
Baca Juga: Final Skuad Timnas Indonesia U-17 Resmi Dirilis Jelang Piala Kemerdekaan 2025, Siapa Saja yang Terpilih?

“Timor Leste aja yang mungkin sekelas Provinsi di Indonesia liga putrinya mau jalan,” balas @mudi_alcantara.

“Mass ngopi,” celetuk @fayzalokky_09.

Banyak juga netizen yang menyinggung ketimpangan perhatian PSSI terhadap tim putra dan putri.

“PSSI cuma fokus ke timnas lakinya doang,” ungkap akun @amplaybox.official.
 
Komentar ini merupakan salah satu dari sekian banyak komentar mengenai fokus PSSI dalam mengurus timnas.
 
Baca Juga: PSSI Gelar Piala Kemerdekaan Jelang HUT RI ke-80 dan Piala Dunia U-17 2025, Dua Negara Siap Uji Coba Lawan Timnas Indonesia

“LIGAAA PAK LIGA YA ALLAH,” tulis @343idn_ menyampaikan kekesalannya.

“Fokus timnas? Mana buktinya cuih. Kemajuan timnas juga tetep harus mengandalkan dari sebagaimana jauh perubahan liga nya. Lagian sosoan bikin statement mau fokus timnas,” tulis panjang akun @mochfikribeking.

Indonesia sempat memiliki Liga 1 Putri yang pertama kali digelar pada 2019. Namun setelah itu, kompetisi ini praktis menghilang dari radar, tanpa kejelasan soal nasib dan kelanjutan musim-musim berikutnya.

Pandemi COVID-19 memang sempat menjadi alasan, namun hingga kini tak ada kejelasan soal kapan liga ini akan kembali digelar secara reguler.

Minimnya kompetisi berdampak langsung terhadap kualitas permainan. Tanpa jam terbang, para pemain kesulitan membangun chemistry, mempertajam kemampuan taktik, hingga menjaga kebugaran fisik di level optimal. Hasil akhirnya pun terlihat jelas: Indonesia kesulitan bersaing di panggung regional.***
 

 Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

 

Tags

Terkini