SketsaNusantara.id – Di tengah tren pemain muda Timnas Indonesia yang memilih kembali ke tanah air dan memperkuat klub-klub Liga 1, langkah Sulthan Zaky Pramana Putra Razak justru berlawanan arah. Pemain berusia 19 tahun itu resmi dipinjamkan oleh PSM Makassar ke klub asal Kamboja, MOI Kompong Dewa FC.
Meski tidak bergabung secara permanen, keputusan PSM untuk melepasnya ke luar negeri dinilai sebagai langkah baik dengan memberi kesempatan bagi sang pemain untuk berkembang di level liga yang lebih tinggi.
Dibandingkan dengan Liga 1 Indonesia yang kini dikenal sebagai Super League kompetisi Cambodian Premier League dinilai memiliki level yang sedikit lebih unggul.
Oleh karena itu, kepindahan Zaky ke Kamboja dianggap sebagai peningkatan jenjang karier yang jarang ditempuh pemain muda seusianya.
Di sisi lain, tren kembalinya pemain muda ke kompetisi domestik tengah ramai dibicarakan. Beberapa nama yang kembali merumput di tanah air antara lain Ronaldo Kwateh yang kini berseragam Semen Padang FC, Rafael Struick yang memperkuat Dewa United, serta Jens Ravens yang resmi direkrut Bali United.
Ketiganya sebelumnya sempat berkarier di luar negeri namun memutuskan untuk pulang kampung dan membela klub-klub BRI Super League musim ini.
Dalam situasi yang berbanding terbalik, Zaky justru memilih untuk menjajal tantangan baru di MOI Kompong Dewa FC, klub barunya di Kamboja.
Zaky sendiri sebelumnya sempat tampil untuk Timnas Indonesia U-20 di berbagai ajang internasional. Kecepatan, duel satu lawan satu, dan kemampuan membaca ruang menjadi keunggulan utamanya sebagai bek tengah.
Keputusan PSM Makassar meminjamkan bek muda potensial, Sulthan Zaky ke klub Kamboja pun menuai banyak pujian dari netizen.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram resmi @psm_makassar, banyak komentar netizen yang menilai langkah tersebut menunjukkan ambisi dan keberanian Zaky sebagai pemain muda.