SketsaNusantara.id - Setelah gagal membawa Timnas Indonesia U-23 menjadi juara di ajang ASEAN U-23 Mandiri Cup 2025, pelatih Vanenburg menjadi sasaran kritik dari netizen.
Kritik tidak hanya ditujukan terhadap performa tim, tetapi juga strategi yang dinilai tidak efektif dan keputusan pergantian pemain yang dianggap terlalu lambat.
Yang menjadi sorotan publik justru muncul pada unggahan lawas Gerald yang menampilkan potret anaknya.
Unggahan tersebut kembali viral karena dibanjiri komentar netizen yang meminta sang pelatih untuk mundur. Padahal, konteks unggahan tersebut adalah momen pribadi mengenang almarhum anaknya.
"Out out out," tulis akun @saaniekimalll.
"Gerald out," komentar @ferrykrank.
“Please out” komentar @hitamputih7073.
"Gak ngerti lagi sama orang-orang yang komen masalah pertandingan ini lah pemain itu lah, woy liat-liat lah ini postingan buat mengenang alm anaknya, jangan di sini lah kalau mau komen. Kasih ruang privasi sedikit lah buat beliau," tulis akun @aldiardians.psd menegur netizen lain, dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram @geraldvanenburgofficial.
Selain menyasar media sosial pribadi sang pelatih, banyak netizen menyoroti strategi permainan Indonesia selama turnamen.
Meskipun Timnas Indonesia kerap menguasai ball possession, penguasaan bola itu lebih banyak dilakukan di lini belakang melalui backpass berulang-ulang.
Gerald dinilai tidak mampu mengoptimalkan potensi pemain yang sebenarnya unggul dalam permainan cepat dan umpan-umpan pendek.