"Tapi, faktanya mereka (timnas Indonesia) adalah lawan yang sangat sulit, mereka berkembang secara tiba-tiba, maksud saya perkembangannya sangat pesat," ujarnya.
"Saya mendoakan mereka sukses di babak play-off dan berharap yang terbaik untuk Indonesia," pungkasnya.
Pernyataan ini menjadi pengakuan bahwa Indonesia mulai diperhitungkan di kancah sepak bola Asia, meski masih memiliki jarak untuk mengejar tim-tim unggulan seperti Jepang.
Di sisi lain, Jay Idzes mengakui keunggulan Jepang dan menyebut level timnas Indonesia masih berada jauh di bawah Jepang.
"Jepang adalah tim yang bagus dan mereka layak menang hari ini,” kata Jay Idzes seusai pertandingan.
Kapten tim Garuda yang menjadi salah satu pilar di lini belakang, menegaskan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi tim untuk terus berkembang.
Pemain berdarah campuran Belanda-Indonesia ini tetap optimis bisa melaju ke babak selanjutnya.
"Bagi kami, ini adalah momen yang tepat untuk melihat posisi kami di Asia, level apa yang bisa kami mainkan," tuturnya.
"Kami bisa melihat bahwa sekarang ini, kami melakukan banyak kesalahan dan belum bisa bermain pada level yang kami inginkan, tapi saya pikir kami bisa mencapai level itu," ucapnya.
"Kami bisa belajar dari pertandingan ini, kami juga memiliki tim yang cukup muda. Saya pikir kita punya potensi besar dan bisa lolos ke Piala Dunia," kata Jay optimis.
Hal serupa dikatakan Patrick Kluivert yang masih optimis timnas Garuda bisa bangkit di babak ke-4 kualifikasi Piala Dunia 2026.
"Semua orang melihat pertandingan ini. Kita harus menghormati bahwa Jepang punya banyak keunggulan yang mendominasi selama pertandingan, dan kami harus belajar dari ini. Dan itu yang paling penting,” ujar pelatih asal Belanda itu.