SketsaNusantara.id - Timnas Indonesia belakangan ini ramai jadi sorotan publik setelah mendapat hadiah mewah dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
Hadiah berupa jam tangan Rolex senilai Rp185 juta per unit ini diberikan Prabowo dalam acara makan siang di kediamannya yang berada di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada hari Jumat 6 Juni 2025.
Hadiah tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan timnas Garuda pasca-kemenangan atas China pada kualifikasi Piala Dunia 2026 di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.
Namun, pemberian hadiah ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Banyak yang mengkritik langkah tersebut sebagai tindakan berlebihan, terutama karena bertentangan dengan prinsip efisiensi yang kerap digaungkan Prabowo.
Kritik semakin tajam ketika Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menyatakan bahwa pajak rakyat turut mendanai dukungan terhadap sepak bola Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa hadiah jam tangan mewah untuk timnas Indonesia juga bersumber dari uang rakyat.
Lindswell Kwok, atlet wushu kebanggaan Indonesia yang meraih medali emas di Asian Games 2018, turut bersuara mengkritik pemberian hadiah mewah pemberian Prabowo.
Melalui postingan di akun Instagramnya yang diunggah pada hari Sabtu, 8 Juni 2025, atlet yang dijuluki ratu wushu Indonesia ini mengungkapkan ada ketimpangan perlakuan terhadap atlet di tanah air.
"Kesenjangan atlet. Tentu bangga dengan prestasi teman sejawat, tapi ini sudah adil belum pemerintah dalam memfasilitasi atlet-atletnya?" tulis Lindswell dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan stories akun Instagram @lindswell_k yang diunggah hari Minggu, 8 Juni 2025.
"Ini masih menuju pra kualifikasi udah dapat rolex, nasib atlet-atlet INA yang udah juara dapat apa? Kelamnya dunia olahraga dari mata cabor (cabang olahraga) lain yang minim perhatian tapi raih prestasi maksimal," tandasnya.
"Sebelumnya boleh cek sendiri anggaran untuk masing-masing cabor. Tahun ini (sepak) BOLA punya anggaran mendekati Rp200 M. Cabor lain? Rp 10-30 M. Jauh banget, Merata tidak?Correct me if I'm wrong," imbuhnya.
Menurutnya, pemberian hadiah jam tangan mewah kepada Timnas Indonesia dinilai tidak adil, mengingat banyak atlet cabang olahraga lain justru terdampak efisiensi anggaran.