SketsaNusantara.id - Kekalahan Timnas Indonesia dari Australia di kualifikasi Piala Dunia 2026 yang digelar pada hari Kamis, 20 Maret 2025, masih menyisakan kekecewaan mendalam bagi suporter, termasuk dokter Tirta.
Melalui akun X miliknya, dokter Tirta ikut menuangkan unek-uneknya, menyebut wajar jika suporter timnas protes hingga tagar "Kluivert Out" dan "STY Back" menggema di medsos.
Bahkan suporter ikut geram hingga mendesak agar Erick Thohir mundur dari Ketum PSSI setelah Indonesia kalah telak 5-1 dari Australia.
Menurutnya, keputusan PSSI memecat Shin Tae-Yong dan menggantinya dengan Patrick Kluivert di tengah fase krusial kualifikasi Piala Dunia 2026 merupakan blunder PSSI yang bikin tim ikut kocar-kacir.
"Mau siapapun pelatihnya, ya sepakbola bisa menang, draw atau kalah, yang dipermasalahkan di sini bukan 'pro STY'," tulis dokter Tirta sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dalam cuitannya di akun X @tirta_cipeng yang diunggah
"Tapi pergantian pelatih di tengah-tengah fase akhir kualifikasi itu kan beresiko tinggi. Jadi wajar dong sebagian fans timnas menuntut lebih," imbuhnya.
Pria bernama lengkap Tirta Mandira Hudhi itu juga menyoroti bahwa timing pemecatan Shin Tae-Yong pada Januari 2025, saat tim sedang berjuang di putaran ketiga Piala Dunia 2026, sangat tidak logis.
Apalagi, Indonesia bukan tim langganan Piala Dunia yang sudah punya stabilitas untuk menang dengan mudah.
Sebelumnya, Coach Justin menyebut kekalahan Timnas Indonesia ini sebagai hal yang wajar dan suporter harus sabar karena membutuhkan proses.
Meski sebagaian besar pemain merupakan naturalisasi dari Belanda, namun untuk membangun chemistry antar pemain pun butuh waktu apalagi baru saja ada pergantian pelatih.
Dokter Tirta pun nampaknya merespons pernyataan Coach Justin dan menegaskan bahwa keputusan PSSI memecat Shin Tae Yong di tengah-tengah kondisi krusial saat timnas berjuang di Kualifikasi Piala Dunia adalah keputusan yang salah.