SketsaNusantara.id - PSSI memperkenalkan Jordi Cruyff sebagai penasihat teknis, yang akan bertugas meningkatkan performa Timnas Indonesia.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir telah memperkenalkannya, dan akan segera bergabung bersama Patrick Kluivert, Denny Landzat dan Alex Pastoor dalam membangun filosofi sepak bola Indonesia.
Mantan pemain asal Belanda ini nantinya, akan membawa segudang ilmu selama dirinya menjadi pemain, pelatih hingga dirtek, baik di Eropa maupun Asia.
Jordi Cruyff diberikan tugas oleh PSSI, untuk membangun bibit-bibit muda di Indonesia agar kualitasnya bisa berkembang dengan maksimal dan mampu bersaing di level Asia dan dunia.
Anak dari legenda Timnas Belanda Johan Cruyff ini, memiliki banyak pengalaman baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih.
Karier Jordi Cruyff sebagai pemain sepak bola diawali sebagai pemain akademi Ajax Amsterdam, kemudian dirinya hijrah ke Barcelona mengikuti jejak sang ayah.
Setelah dari Barcelona, ia lantas dilirik oleh Manchester United, kemudian berlabuh ke Celta Vigo, Deportivo Alaves, Espanyol dan hijrah ke beberapa tim Belanda.
Setelah di akhir masa tuanya, Jordi Cruyff memutuskan untuk gantung sepatu pada tahun 2010 silam.
Setelah pensiun, penasihat teknis 51 tahun ini, memutuskan untuk mengambil lisensi kepelatihan dan manajemen sepak bola.
Hasilnya, pada tahun 2010-2012 Jordi Cruyff menjadi Direktur Olahraga AEK Larnaca, kemudian pindah menjadi Direktur Olahraga Maccabi Tel Aviv dan ditunjuk sebagai pelatih.
Setelah itu di tahun 2018, Jordi Cruyff ditunjuk sebagai pelatih Chongqing Dangdai Lifan, kemudian di tahun 2020 menukangi Timnas Ekuador.