Di rumah sakit tersebut ia dan Dali mendengar langsung detak jantung janin yang dikandungnya.
"Terus di rumah sakit kecil itu dokternya masih USG dan kedengeran detak jantungnya. Kalau aku nggak mendengar itu aku akan mikir yaudah aborsi aja,"
"Aku mikir masih darah belum ada nyawa aja. Kelar terus keluar ruangan masuk mobil ya kita nangis-nangis di kamar. Nangis-tidur-bangun-nangis-tidur," imbuhnya.
Sampai akhirnya Jennifer dan Dali memutuskan untuk memberitahu orang tua Dali.
Saat itu Jennifer mengaku takut dengan respon Yaya. Berbagai skenario jelek telah dipikirkannya.
Namun justru respon sebaliknya yang didapat Jennifer. Alih-alih dimaki-maki hingga diusir, Yaya justru menerima dengan senang hati.
"Dan tiba akhirnya kita ngomong sama orang tua Dali si Yaya itu. Yaya memang penampilannya kan galak tapi dia sejujurnya baik banget. Pas kita ngasih tahu, Dali nangis-nangis terus mamanya kan nanya kayak kenapa ada apa," jelasnya.
Yaya merasa sangat bahagia saat mengetahui dirinya akan menjadi seorang nenek.
"Dali bilang 'Mama Jennifer hamil'. Mamanya tuh respons pertamanya. Ketawa. Yaya malah ketawa. Mamanya bilang 'lo tidur sama dia, apa yang lo ekspektasiin? ya ini bakal kejadian'. Yaya benar-benar happy. Abis ngomong kita main kartu seolah nggak ada apa-apa. Kalau bapaknya Dali bilang dia support aku nggak tahu detailnya," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini