Selain itu, situs Cinepoint yang kerap menghitung jumlah penonton film yang tayang di bioskop juga mengungkapkan fakta mengejutkan.
Dikutip dari cuitan akun X @cinepoint_, estimasi penonton pada hari perdana penayangan film A Business Proposal hanya 6.900 penonton.
“Estimasi Opening Day Film Indonesia (6 Februari), A Business Proposal, 1.270 show, 3,435, 6.900,” cuit akun tersebut.
Cuitan tersebut menunjukkan, dari 1.270 jadwal pertunjukan (showtime) di bioskop, tingkat okupansi tempat duduk hanya sebesar 4 persen atau sekitar 6.900 tiket di hari pertama.
Akun tersebut juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan, jadwal tayang film A Business Proposal di Bioskop akan dikurangi.
Cuitan ini tentu saja menarik perhatian netizen, terutama yang sejak awal sempat menyerukan pemboikotan film ini.
Sebagian besar netizen memberikan komentar yang menyudutkan Abidzar.
“Expected sih soalnya target penonton utamanya dihina sampai dibilang fanatik,” komentar salah satu pemilik akun.
“Ya kan male lead-nya yang bilang, kalau nggak mau nonton, nggak usah nonton,” tulis akun lainnya.
“Nggak dipungkiri, kekuatan film adaptasi atau remake tergantung dari 2 hal, faandom media yang diadaptasi dan fandom aktor aktrinya. Nomor satu sudah dibunuh habis-habisa, nomor 2 aku meragukan para aktor ini punya fans yang ‘ngangkat’, yaudah wassalam,” cuit netizen lainnya.
Sebagian besar menuding sepinya penonton film A Business Proposal dikarenakan pernyataan Abidzar yang kontroversial saat promosi film tersebut.