SketsaNusantara.id - Selama kuliah di Australia, Ardhito Pramono pernah bekerja paruh waktu di beberapa profesi seperti barista dan pelayan di restoran.
Sebagai seorang musisi, salah satu pengalaman yang ia jalani sewaktu di Negeri Kanguru adalah mengamen.
Menariknya, penghasilan selama menjadi pengamen di Australia cukup besar. Jika sedang ramai, dalam sehari pendapatan yang ia peroleh selama mengamen bisa mencapai 150 dollar atau sekitar 1,5 juta rupiah.
"Per ngamen gua bisa dapet 150 dollar. Sekali ngamen. 1,5 juta (rupiah)," kata Ardhito, dikutip SketsaNusantara.id dari program Bocah-Bocah Kosong yang diunggah kanal Youtube WKWK Project by Genflix, Selasa 28 Januari 2025.
Namun, pria berusia 29 tahun ini juga menyebut bahwa penghasilan terkecilnya selama mengamen hanya sebesar 7 dollar.
"Paling sepi cuma dapet 7 dollar," lanjutnya.
Besaran pendapatan selama mengamen itu memang tergantung dari tempat yang ia datangi. Jika ia ngamen di tempat yang sedang ramai dikunjungi turis, nominal yang diperoleh pun akan besar.
"Tergantung tempat. Kalau misal kita ngamen di tempat rame, yang banyak turis, ya kita dapat banyak," ungkap Ardhito.
Ia mulai mengamen selepas pulang kuliah sekitar jam 4 sore hingga jam 7 atau 8 malam.
Baca Juga: Diduga Sudah Mualaf, Bukti dr Richard Lee Membaca Syahadat Dipertanyakan: Kenapa Nggak Dipublish?
Ardhito juga mengungkap fakta bahwa di Australia tidak bisa mengamen sembarangan. Sangat berbeda di Indonesia yang setiap orang bisa menjadi pengamen di mana saja dan kapan saja.
Di Australia, untuk mengamen harus memiliki semacam surat izin alias license.