SketsaNusantara.id - Surya Saputra dan Mawar De Jongh berperan sebagai bapak dan anak dalam sebuah film terbaru yang tayang di saluran khusus.
Film yang mereka perankan tersebut berjudul 'Semusim Setelah Kemarau' yang merupakan film bercerita tentang keluarga.
Untuk itu Surya Saputra membagi cerita bagaimana ia dan Mawar membangun chemistry sebagai bapak dan anak yang berkarakter saling gengsi sehingga keduanya diliputi masalah, dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Insertlive.
Dalam film yang telah tayang pada 24 Januari 2025 yang lalu tersebut, diakui sempat membuat canggung sebab menurut Surya Saputra film itu bercerita tentang bagaimana setiap anggota keluarga saling mempertahankan ego.
Rupanya gengsi dan ego yang saling dipertahankan itulah yang kemudian menjadikan masalah paling besar antara bapak dan anak tersebut.
Dimana dalam film itu digambarkan masing-masing karakter bapak dan anak memilih mempertanyakan egonya, sehingga masalah semakin besar sebab adanya pembiaran dan pada akhirnya hal itu pula yang akan bergulir menjadi semakin besar.
Sebagai karakter bapak dan anak, Surya dan Mawar mengakui bahwa keduanya pada awalnya menemukan kesulitan karena karakter yang berbeda dari sifat asli mereka selama ini.
Untuk itulah pada awalnya antara Surya sebagai bapak dan Mawar sebagai anak sempat merasakan canggung.
Meski diakui keduanya, bahwa hal itu bertolak belakang dari peran mereka di film 'Semusim Setelah Kemarau', direal life justru keduanya tak merasa canggung namun justru saling akrab.
Baca Juga: Diduga Sudah Mualaf, Bukti dr Richard Lee Membaca Syahadat Dipertanyakan: Kenapa Nggak Dipublish?
Untuk itulah untuk membangun chemistry, keduanya betul-betul memanfaatkan proses reading dan menggodok karakter yang pas bagi keduanya.
Mawar De Jongh mengakui bahwa meski pada awalnya sempat canggung namun akhirnya mereka menemukan chemistry bagaimana memerankan bapak dan anak.