Video curhatan Ade ini pun mendapat simpati dan dibanjiri dukungan dari rekan artis serta netizen di media sosial.
Banyak warganet yang mengutuk tindakan pelaku menusuk Sandy hingga tewas yang tak memikirkan nasib keluarga yang ditinggalkan termasuk istri dan ketiga anak yang butuh perah sang ayah.
Diketahui, tragedi penusukan teradi karena Sandy menegur tetangga yang akan memangkas pohon. Ade menyebut suaminya kala itu sempat cekcok dengan tetangga.
Sebelumnya juga sempat ada perselisihan di rapat RT dan kejadian serupa pernah terjadi beberapa waktu lalu hingga akhirnya berujung duka.
"Mungkin suami saya negur pelan-pelan gitu tapi dia gak terima jadi cekcok. Beberapa minggu lalu juga saya pernah lewat dan (terduga pelaku) lagi mangkas pohon," ucap Ade.
"Saya bilang 'pelan-pelan pak, nanti kalau kena saya sama anak saya gimana?', tapi orangnya kaya kesel gitu terus melotot ke arah saya, ya saya cerita ke suami," imbuhnya.
Kala itu, Sandy yang ditemukan bersimbah darah sempat sadar dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Cileungsi. Namun, nyawanya tak tertolong dan setibanya di Rumah Sakit Sandy dinyatakan sudah meninggal dunia.
Jenazahnya sempat diautopsi oleh pihak berwajib dengan persetujuan dari keluarga. Berdasarkan hasil autopsi, diketahui Sandy meninggal akibat luka dari benda tumpul dan sejumlah tusukan di badannya.
Keterangan dari RS Polri Kramatjati menyebut adanya luka pada kepala dan luka gores pada leher dan telinga bagian kiri Sandy. Selain itu ada luka tusuk di pipi kiri dan paling parah ada robek di bagian perut kiri sepanjang 9 meter.
Istri Sandy Permana mengungkapkan keinginannya agar pelaku pembunuhan suaminya segera tertangkap dan mendapat hukuman setimpal. Ciri-ciri terduga pelaku pun sudah dikantongi pihak berwajib dan tersangka disebutnya sebagai "limbad".
"Orangnya sering dipanggil 'limbad' dia jarang ngomong, rambutnya gimbal gitu dan badannya bertato," ungkap Ade.