showbiz

Muncul dengan 'Anabel' Cadasnya, Fedi Nuril Buka Suara Soal Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Presidential Threshold 20 Persen

Sabtu, 4 Januari 2025 | 18:00 WIB
Potret Fedi Nuril, aktor Indonesia yang vocal soroti soal putusan Mahkamah Konstitusi (Instagram/fedinuril)
 

SketsaNusantara.id - Aktor Fedi Nuril tanggapi putusan Mahkamah Konstitusi soal penghapusan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden atau presidential threshold 20 persen.

Sosok Fedi Nuril memang salah satu publik figur yang vokal akan isu-isu politik.

Memanfaatkan platform media sosialnya yang mempunyai massa yang cukup besar, Fedi Nuril kerap mengutarakan kritikannya kepada pemerintah.

Baca Juga: Skak Mat! Fedi Nuril Beri Rekasi Menohok Saat Diminta Berhenti Urusi Politik: Tidak Usah...

Seperti yang baru-baru ini terjadi. Melalui cuitan di akun X pribadinya, Fedi Nuril turut memberikan tanggapannya atas putusan MK terbaru.

Dalam cuitannya, Fedi Nuril menyampaikan hasil analisa seadanya yang ada di kepalanya.

Dampak dari penghapusan ambang batas pencalonan Capres dan Cawapres ini, menurut Fedi Nuril, kedepannya akan melahirkan lawan-lawan baru, tak hanya Prabowo vs Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Geger Rencana Kenaikan PPN 12 Persen, Fedi Nuril Sentil Prabowo Subianto hingga Sebut Jokowi: Ucapan Bapak...

"Anabel (analisis gembel) gue, dengan adanya keputusan ini, pilpres berikutnya kemungkinan tidak hanya Prabowo vs. Gibran," tulisnya, dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @realfedinuril.

Selain itu, Fedi Nuril juga menyoroti posisi jabatan Gibran Rakabuming Raka dan Anwar Usman.

"Menurut gue, dengan Gibran sebagai wapres (eksekutif) dan pamannya (Anwar Usman-yudikatif) masih menjadi Hakim MK, potensi konflik kepentingan masih ada," katanya.

Baca Juga: Geger Rencana Kenaikan PPN 12 Persen, Fedi Nuril Sentil Prabowo Subianto hingga Sebut Jokowi: Ucapan Bapak...

Tanggapan Fedi Nuril atas putusan MK terbaru ini ternyata senada dengan warganet yang lain.

"Bukan menurut lu doang, bang. Tapi emang menurut akal sehat begitu," komentar warganet.

"Bisa dikecilkan kalau salah satu faktor dihapus di 2029. Entah gibran yang tidak jadi nyalon, atau anwar usman yang tidak lagi di MK. Selama 2 faktor itu masih ada, ya potensi konflik tetap besar," tulis warganet.

Halaman:

Tags

Terkini