Penyebab dan Faktor Risiko Plasenta Akreta
Penyebab pelengketan plasenta belum diketahui secara jelas, namun dugaannya berkaitan dengan keadaan dinding rahim yang tak normal.
Kondisi itu yaitu adanya jaringan parut yang terbentuk setelah operasi caesar atau operasi rahim lainnya.
Gejala Plasenta Akreta
Mengenai tanda-tandanya, ibu yang mengalami plasenta akreta cenderung tidak memperlihatkan gejala apapun.
Kecuali ketika terjadi bersamaan dengan plasenta previa, dimana penderitanya akan mengalami perdarahan dari vagina di masa trimester ketiga atau minggu ke-28 hingga ke-40 masa kehamilan.
Pengobatan Plasenta Akreta
Bagi ibu hamil yang menderita plasenta akreta namun tak ada keluhan, biasanya dokter akan mengamati kondisi kehamilannya secara berkala.
Selain itu juga direncanakan waktu persalinan secara matang beserta persiapannya demi menjamin keamanan yang ada.
Sementra itu untuk ibu hamil yang sudah mengalami perdarahan di waktu trimester ketiga, dokter lebih menganjurkan agar beristirahat total serta menjalani perawatan di rumah sakit.
Kemudian persalinan bagi ibu hamil yang menderita plasenta akreta pada umumnya dilakukan dengan operasi caesar, seperti jenis operasi caesar dengan histerektomi atau jenis operasi caesar dengan mempertahankan rahim.
Demikianlah tadi pengertian, penyebab, gelaja, hingga pengobatan jika seorang ibu hamil mengalami Plasenta Akreta atau pelengketan plasenta.***