SketsaNusantara.id - Posisi Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Kerukunan Beragama disorot usai beredarnya video menghina penjual es teh.
Desakan kepada Presiden Prabowo untuk mencopot jabatan itu ramai dibicarakan di media sosial.
Salah satunya sutradara kondang, Joko Anwar dalam cuitannya khawatir soal posisi Utusan Khusus Presiden yang bakal membuat citra buruk institusi.
Selain itu, tindakan mengejek penjual es teh yang disebut sebagai candaan, akan menjadi pemandangan yang wajar dan diterima banyak pihak.
Menurut Joko Anwar, perilaku Miftah Maulana ini akan menurunkan nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini dianut.
"Kalau nggak dicopot, ini kayak ngasih sinyal ke rakyat bahwa kelakuan kayak gini wajar. Nilai-nilai kemanusiaan kita makin nyungsep no hope," tulis joko anwar di X @jokoanwar
Selain Joko Anwar, youtuber Jovial da Lopez turut mendesak Presiden Prabowo untuk mencopot jabatan Miftah Maulana.
Menurut Jovi, seorang pejabat negara sudah sepatutnya menjadi contoh yang baik jika ingin Indonesia maju.
"Apakah layak seorang utusan khusus presiden bertindak seperti itu? Kalau mau negara ini maju. Harus berintegritas, harus jadi contoh," tulis Jovial da Lopez.
Sementara itu, setelah video mengejek penjual es teh viral di media sosial, Miftah Maulana akhirnya meminta maaf secara terbuka.
Ia mendatangi rumah bapak penjual es teh yang diketahui bernama Sunhaji.