Hal itu membuat hati Yuni tersentuh dan memutuskan untul mendirikan sebuah sekolah pengganti.
Wakti itu ia belum memiliki tanah, sehingga harus menyewa kontrakan untuk dijadikan sekolahan.
Akhirnya setelah mampu membeli tanah sendiri, Yuni membangun sekolah tersebut dengan dananya sendiri.
Meski tidak pernah terlintas dipikirannya tentang membangun sebuah sekolah semi formal, namun Yuni bersyukur dengan berdirinya sekolah itu.
Sekolah yang sudah dikelolanya selama tujuh tahun akhirnya mendapatkan akreditasi A dan kini mempunyai ratusan anak didik serta 14 tenaga pengajar profesional.
Sementara itu, penerapan program pendidikannya sendiri menonjolkan enam aspek pengembangan, diantaranya yaitu Kognitif, Bahasa, Sosio Emosional, Nilai Agama dan Moral, Fisik Motorik, serta Seni.
Meskipun biaya SPP-nya murah, tenaga pengajar di PAUD Cahaya Permata Abadi ini tercatat sebagai lulusan sarjana PAUD.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!