showbiz

Detik-Detik Krisdayanti Cium Tangan Megawati Soekarnoputri dan Minta Maaf Usai Kalah Pilkada 2024, Respons Ketum PDIP Bikin Adem

Selasa, 3 Desember 2024 | 21:30 WIB
Momen Krisdayanti cium tangan dan minta maaf pada Megawati Soekarnoputri usai kalah Pilkada 2024 ramai jadi sorotan publik, bagaimana tanggapan ketum PDIP? (Instagram/krisdayatntilemos)

"Kadang curiga juga orang-orang Jokowi masih banyak yang menang, padahal rekam jejaknya mengenaskan," komentar salah satu netizen.

Baca Juga: Sempat Nyatakan Mundur Sebagai Calon Wali Kota Batu di Instagram, Kini Krisdayanti Kembali Melaju di Pilkada 2024

"Dunia ini berputar, Bu Mega. Gak selalu banteng merah menang terus. Yang kalah akan selalu teriak "curang" pada yang menang. Kadang suara kurang bukan berarti curang, mungkin aja banyak yang gak sreg dengan calon pilihan partai," imbuh netizen lainnya.

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri juga mengungkapkan kekhawatirannya pada demokrasi di Indonesia yang kini ditunggangi kekuasaan.

"Suara rakyat adalah suara tuhan, alangkah berbahayanya jika pemilu hanya dijadikan alat kekuasaan. Sejak Indonesia merdeka, rakyat memiliki kedaulatan untuk berserikat dan menyampaikan pendapatnya secara bebas sesuai hati nuraninya masing-masing," ucapnya dalam video yang diunggah di akun Instagram @bumegabercerita pada hari Rabu, 27 November 2024.

Baca Juga: Resmi! Krisdayanti Mengundurkan Diri dari Pencalonan Wali Kota Batu pada Pilkada 2024, Ada Apa kok Tiba-Tiba?

Ibunda Puan Maharani ini juga menyebut keberhasilannya dalam menyelenggarakan Pemilu paling demokratis pada tahun 2004 tanpa adanya campur tangan kekuasaan.

Pada pilpres 2024 beberapa bulan lalu, begitu banyak kecurangan yang ditemui dan adanya campur tangan kekuasaan. Megawati Soekarnoputri menyebut demokrasi Indonesia kini mulai "terancam mati".

"Kini, Demokrasi terancam mati akibat kekuatan yang menghalalkan segala cara. Kekuatan ini mampu menggunakan sumber daya dan alat-alat negara," kata Bu Mega.

Baca Juga: Daftar Nama 7 Bakal Calon dari PDIP untuk Pilkada 2024 Jawa Timur, Eri-Armuji di Surabaya dan Krisdayanti Dapat Surat Tugas untuk Batu

"Jelas ini tidak boleh dibiarkan lagi. Banyak aparatur negara tidak netral. Apa yang terjadi saat ini sudah diluar batas-batas kepatutan etika, moral dan hati nurani," tandasnya.

Melalui video tersebut, Megawati Soekarnoputri juga mendesak banyak pihak untuk tidak takut dalam menyuarakan kebenaran meski keadilan susah ditegakkan.

"Pilkada ini seharusnya mencerminkan peningkatan peradaban, etika, moral, hati nurani. Kita terus melakukan perlawanan secara terukur dalam koridor hukum," tuturnya.

Baca Juga: Hadir dalam Momen Wisuda Azriel Hermasyah, Penampilan Krisdayanti Jadi Sorotan Warganet, Ada Apa?

"Oleh karena itu bersama-sama terus galang kekuatan untuk berani menyuarakan kebenaran, meskipun kita tahu, sekarang ini hukum semakin dibuat jauh dari keadilan," pungkasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini