"Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kami dari Sony Music juga ingin menyampaikan pernyataan maaf kepada Hannah Al Rashid maupun Yovie & Nuno dan Yovie Widianto atas ketidaknyamanan yang terjadi," pungkasnya.
Selain itu, Firman Hidayat selaku manajer Yovie Widianto juga telah merespons hal ini dengan menawarkan bantuan untuk menelusuri Production House (PH) yang mengurus video klip tersebut.
"Jadi seru banget, gara-gara elo Han, gue jadi main twitter lagi. Kalo gitu gue colek mbak @lithamalikys. Salam kenal dan coba kirim invoice-mya biar gue bisa cari PH yang bertanggung jawab buat music video itu," tulis Firman dalam cuitannya di akun X @Firman_Hidayat yang diunggah pada hari yang sama.
Serupa dengan pernyataan Sony Music, Firman menjelaskan bahwa pembayaran honor biasanya menjadi tanggung jawab PH, bukan artis atau pencipta lagu.
Firman juga menyampaikan harapannya agar masalah ini segera terselesaikan dengan baik dan meminta maaf telah membuat gaduh di media sosial.
Apabila dikonversikan dalam rupiah, Hanna seharusnya menerima honor Rp1.600.000 pada tahun 2009 lalu.
Namun, karena Hannah Al Rashid belum menerima bayaran dari video klip dari 15 tahun lalu, maka £100 yang dikonversikan tahun 2024 ini berubah nilainya menjadi Rp2.040.000 hingga Rp2.060.000.
Di sisi lain, Hannah menyambut positif respon dari Manajer Yovie & Nuno dan juga permintaan maaf dari Sony Music.
Istri Nino Fernandez itu berharap masalah pembayaran honor ini bisa diselesaikan dengan baik tanpa ada kegaduhan lebih lanjut ke depannya.
"Oke guys, manajer aku udah mulai urus masalah ini," ungkap Hana sembari menyisipkan tangkapan layar chat sang manager soal honor video klip Yovie & Nuno.
"Semoga aku mendapat keadilan dan segera menerima honor (uang) yang seharusnya dibayarkan padaku 15 tahun lalu," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!