Tema lagu ini juga terinspirasi dari masa sulit pandemik COVID-19. Saat itu, gitaris Eross merasa kalut dengan ketidakpastian yang melanda.
Lagu ini menjadi pengingat untuk menghargai kenangan indah bersama orang terkasih, terutama di tengah masa-masa penuh kehilangan dan duka.
3. Proses Penulisan Dimulai 4 Tahun Lalu
"Memori Baik" sebenarnya ditulis Eross sekitar empat tahun lalu, tepatnya saat pandemik melanda. Namun, lirik lagu ini disempurnakan baru-baru ini agar relevan dengan situasi terkini.
Hal ini menunjukkan bahwa lagu ini tidak hanya merekam emosi masa lalu, tetapi juga relevan dengan refleksi kehidupan saat ini.
4. Proses Rekaman Tetap di Jogja
Meski proses mixing dan mastering dilakukan di Jepang, rekaman "Memori Baik" tetap dilakukan di Jogja.
Ini adalah keputusan yang menunjukkan semangat lokal Sheila on 7 meskipun bekerja sama dengan tim internasional.
5. Mixing-Mastering di Jepang
Sheila on 7 memilih Sony Music Studios di Tokyo, Jepang, untuk proses mixing dan mastering. Mixing dikerjakan oleh Yuta Yoneyama, sedangkan mastering oleh Hidekazu Sakai.
Awalnya, mereka sempat mempertimbangkan lokasi di Eropa, namun Jepang dipilih karena alasan efisiensi biaya dan jarak.
6. Pengingat Memori Indah
Lirik lagu ini menekankan bahwa semua pengalaman, baik suka maupun duka, dapat menjadi kenangan yang indah. Sheila on 7 berharap lagu ini bisa menjadi pengingat untuk terus bersyukur dan menghargai setiap momen dalam hidup.