showbiz

7 Fakta Menarik 'Jatuh Cinta Seperti di Film-Film', Karya Yandy Laurens yang Meraih Piala Citra Sebagai Film Terbaik FFI 2024

Kamis, 21 November 2024 | 14:25 WIB
Poster Jatuh Cinta Seperti di Film-Film yang berhasil meraih Piala Citra sebagai Film Terbaik FFI 2024 (Instagram/ydlaurens)

SketsaNusantara.id - Festival Film Indonesia, FFI 2024 menjadi momen gemilang bagi film "Jatuh Cinta Seperti di Film-Film" yang sukses meraih penghargaan Film Cerita Panjang Terbaik tahun ini.

Film karya sutradara Yandy Laurens ini berhasil mencuri perhatian publik dengan keunikannya, baik dari segi konsep maupun eksekusi sinematografis yang brilian.

Dilansir dari akun Instagram @yndlaurens, film yang dibintangi Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir sebagai pemeran utamanya ini merupakan komedi romantis yang menceritakan tentang seorang penulis skenario film yang bertemu lagi dengan teman SMA pujaan hatinya yang baru saja menjanda.

Baca Juga: Profil Sheila Dara Aisha, Istri Vidi Aldiano yang Memenangkan Piala Citra Festival Film Indonesia 2024

Ringgo Agus berperan sebagai Bagus, dan Nirina Zubir berperan sebagai Hana. Bagus secara tak sengaja bertemu lagi dengan Hana yang pernah menjadi pujaan hatinya semasa SMA.

Tanpa Hana tahu, Bagus menulis semua obrolan pribadi Bagus dan Hana menjadi sebuah film layar lebar. Padahal Hana pada saat itu sedang kehilangan warna hidupnya karena sang suami baru beberapa bulan saja meninggal dunia.

Dihimpun SketsaNusantara.id dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa fakta menarik tentang film "Jatuh CInta Seperti di Film-Film" yang menjadikannya layak mendapatkan penghargaan bergengsi sebagai Film Terbaik FFI 2024. 

Baca Juga: Ayu Ting Ting Ingin Punya Anak Cowok, Bakal Segera Akhiri Status Jomblo?

1. Film Disajikan dalam Visual Hitam Putih

Biasanya suatu film dibuat dengan nuansa warna-warni yang memikat mata penonton, tetapi sutradara Yandy Laurens membuat "Jatuh Cinta Seperti di Film-Film" dengan visualisasi hitam-putih.

Film ini didominasi oleh visual hitam putih yang ingin menggambarkan tema kehilangan dan rasa duka dari Hana, karakter utama yang diperankan Nirina Zubir.

Pilihan visual ini menciptakan suasana melankolis yang mendalam, sesuai dengan narasi emosional film.

Baca Juga: Liam Payne Dimakamkan di Mana? Intip Sederet Artis yang Ikut Melepas Kepergian Personil One Direction ke Tempat Peristirahatan Terakhirnya

Sutradara Yandy Laurens mengungkapkan bahwa konsep ini awalnya sulit diterima beberapa rumah produksi, namun akhirnya terbukti menjadi salah satu kekuatan utama film terutama kisahnya yang menarik dan berkesan bagi penonton. 

Halaman:

Tags

Terkini