Saat itu, ia terlibat dalam berbagai tawuran dan memiliki keinginan kuat untuk menjadi wanita yang dihormati oleh laki-laki.
Keinginan ini dipicu oleh pengalaman pahit yang ia alami, termasuk penghinaan terhadap keluarganya dan luka batin yang disebabkan oleh orang-orang di sekitarnya.
Dalam upayanya untuk mendapatkan kekuatan, Ria bertemu dengan seorang guru ilmu hitam yang dikenalkan oleh rekannya.
Di bawah bimbingan guru tersebut, ia menjalani berbagai ritual ekstrem, termasuk berpuasa selama 41 hari dan mengonsumsi bahan-bahan tak biasa seperti peluru, daging babi mentah, dan darah ular.
Semua itu dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menghindari cedera saat tawuran.
Pada tahun 2012, Ria memulai ritual berat dengan merendam diri di telaga selama 41 hari tanpa makan dan minum. Ritual ini bertujuan untuk memperoleh kemampuan dalam santet dan guna-guna.
Setelah itu, ia membuka praktik sebagai dukun santet dan melayani berbagai permintaan dari kliennya.
Namun, hidupnya berubah drastis setelah ia mengalami beberapa peristiwa spiritual. Ria mengaku didatangi oleh roh anaknya yang meninggal keguguran pada usia 6 bulan.
Dalam pengalaman tersebut, sang anak memintanya untuk bertaubat. Selain itu, sang ayah juga mendorongnya untuk meninggalkan ilmu hitam dan kembali ke jalan yang benar.
Sejak tahun 2016, Ria Puspita memutuskan untuk meninggalkan dunia ilmu hitam dan fokus memperbaiki diri.
Ia mulai membantu orang-orang yang membutuhkan, terutama mereka yang menderita penyakit akibat gangguan ghaib.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!