showbiz

Bikin Bintang Emon Melongo! Lucky Hakim Punya Prinsip Saat Jadi Pejabat Indramayu : Ngapain Cium Tangan Penjahat?

Kamis, 7 November 2024 | 16:30 WIB
Lucky Hakim sampaikan gagasannya selama dan akan menjadi calon pejabat Indramayu. Ia memiliki prinsip dalam menerapkan sopan santun. (Instagram @luckyhakimofficial)

SketsaNusantara.id- Lucky Hakim membagikan pengalamannya ketika tangannya dicium oleh salah satu warga. 

Mengingat dirinya pernah di posisi pejabat meski sempat mengundurkan diri. Sebelumnya Lucky Hakim merupakan Wakil Bupati Indramayu. 

Meski sempat mengundurkan diri, ia kembali mencalonkan sebagai pejabat dalam ajang Pilkada 2024. 

Baca Juga: Lucky Hakim Blak-blakan! Sebut Indramayu Kabupaten Termiskin di Jawa Barat, Sementara Bupatinya Makin Kaya: Googling Aja

Dirinya diketahui akan maju sebagai calon Bupati Indramayu yang saat ini menduduki nomor urut dua. 

Lucky Hakim rupanya masih eksis di dunia hiburan. Ia bersedia memenuhi undangan dari salah satu podcast yang bersama Bintang Emon. 

Gagasan miliknya di dalam podcast tersebut lantas membuat Bintang Emon melongo. Bagaimana tidak, dirinya dengan tegas mengatakan enggan jika tangannya dicium ketika bersalaman. 

Baca Juga: Akun Facebook Budi Arie Mendadak ‘Private’ Setelah Posting tentang Pejabat Komdigi dan Taruhan Online, Apa Isinya?

"Nggak bu, saya nggak jijik, jangan cium tangan saya, saya kan calon pelayan," ujar Lucky saat menceritakan pengalamannya yang diunggah kembali oleh Instagram @lambegosiip pada 7 November 2024.

"Saya kan nanti melayani ibu, saya digaji oleh ibu bapak," imbuhnya. 

Kemudian Lucky Hakim menegaskan bahwa menurutnya aturan cium tangan saat bersalaman itu tetap berlaku kepada orang yang lebih tua. 

Baca Juga: Latar Belakang Keluarga Nina Agustina Cagub Indramayu yang Viral Sebut Jabatan Sang Ayah, Ternyata Adiknya Ikuti Berkarir di Bidang Ini...

Sehingga memiliki keistimewaan sebagai pejabat bukan berarti untuk menghilangkan sopan santun  dalam bertatakrama. 

Lucky Hakim kembali menjelaskan bahwa sejatinya pejabat adalah pelayan rakyat. Sehingga tindakan tersebut dinilainya terlalu berlebihan. 

Halaman:

Tags

Terkini