SketsaNusantara.id - Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea ikut menyoroti perceraian Baim Wong dengan Paula Verhoeven yang kini masih santer jadi sorotan publik.
Sebagaimana diketahui, Baim Wong mengajukan gugatan cerai terhadap Paula Verhoeven di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan sejak tanggal 8 Oktober 2024 lalu atas tuduhan perselingkuhan.
Namun, Hotman menilai bukti yang diajukan Baim Wong belum valid atau belum bisa dikatakan kuat jika ingin menggugat cerai atas alasan perselingkuhan.
Menurut hukum, Hotman Paris menyebut gugatan perceraian yang diajukan atas tuduhan perselingkuhan itu belum tentu akan dikabulkan pengadilan jika Baim Wong hanya sekedar membeberkan bukti berupa percakapan pada aplikasi pesan.
"Kalau cerai dengan alasan perselingkuhan itu berat pembuktiannya. Kalau bukti yang dimiliki cuma sekedar diduga jalan bersama, sebatas percakapan itu belum cukup dikatakan sebagai bukti adanya persel1ngkuhan," ungkap Hotman Paris sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall yang diunggah pada hari Sabtu, 19 Oktober 2024.
"Perselingkuhan itu harus ada bukti misalnya ciuman, menginap dalam satu kamar misalnya hubungan intim, biar kalian paham itu namanya perzinahan menurut hukum," tandasnya.
"Kalau sekedar percakapan, jalan bareng, itu aku bisa merayu cewek kaya manggil, 'Hello, i miss you. Sayang, apa kabar?' apa disebut perselingkuhan? belum tentu kan," tutur Hotman.
Pengacara berdarah Batak itu lantas menyebut gugatan cerai Baim Wong kemungkinan besar tak bisa dikabulkan, meskipun bisa saja dipertimbangkan jika ada alasan lain.
"Harusnya Baim itu menggunakan alasan misalnya percakapan istrinya sama laki-laki lain oti sebagai alasan pertengkaran terus menerus, nah itu ada undang-undangnya perceraian karena sering cekcok, bisa ambil lah alasan itu untuk gugat cerai," ucap Hotman.
"Hakim hanya bisa mengabulkan permintaan cerai kalau misalnya ada pertengkaran terus-menerus, tidak memberikan nafkah material atau karena ada perzinahan atau tindak pidana," imbuhnya.
Lebih lanjut, Hotman juga menyebut bukti percakapan sehari-hari menurut pengertian di luar pengadilan dengan di dalam pengadilan sangat berbeda.