"Terkait mafia skincare, sampai hari ini di PT Sagara dan PT Rathansa tidak ada produk berbahaya seperti yang disebut Nikita Mirzani," tegas Johanes.
Seperti diberitakan sebelumnya, dr Richard Lee dan dr Oky membongkar dugaan mafia skincare yang semakin meresahkan di podcastnya.
Keduanya menyayangkan mafia tersebut memberikan izin etiket biru secara sembarangan. Padahal, sesuai aturan BPOM, skincare beretiket biru hanya boleh diberikan setelah berkonsultasi dengan dokter dan tidak bisa diperjualbelikan secara bebas.
Setelah obrolan di podcast tersebut viral, Nikita Mirzani secara blak-blakan menyebut nama seseorang yang diduga menjadi mafia skincare yaitu Heni Purnamasari alias Heni Sagara.
Polemik inipun terus berkembang hingga muncul nama-nama pengusaha skincare yang menggunakan jasa Heni Sagara.
Merasa dirugikan, Heni Sagara berencana melayangkan soomasi kepada ketiga orang tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!