Tak hanya itu, netizen pun seolah mengamini soal unggahan tersebut.
“Sure i’m gonna watch this tapi yakinlah saya lebih memilih Indonesian horror movie bubble ketimbang self-indulgent-Jakarta-ramai-mumble-core kayak gini, setidaknya saya tidak kebosanan di bioskop,” tulis akun X @hugetcigaxxx.
Pro kontra pun terlihat di kolom komentar. Tak sedikit yang setuju, namun banyak juga menduga unggahan tersebut hanya bagian dari marketing.
Tapi tidak sedikit juga yang menentang opini mereka.
“Memang sih film itu selera. Tapi kalau film itu bukan selera kita, yaaaa gak perlu ngajak atau nyuruh orang berhenti bikin film atau nonton filmnya,” tulis @F_Besarxxx
“Kocak bener, ngapain ngajak-ngajak orang lain. Lo aja sendiri, lagian belum juga ditonton, udah ngehujat aja,” tulis @piscesgixxx
“Yaudah sih, kalau gak suka gausah nonton, gak ngerugiin kamu kan?,” tulis @irenebaebaexxx
“Gapapa kok nonton sekali, nonton film ini ga bikin kmu tbtb miskin. dan juga tolong hargai karya anak bangsa. kalo kamu gasuka yaudah keep aja sendiri ga perlu di share di medsos gini. coba kalo org dibalik layar film ini liat? apa ga sakit hati mereka diejek begini,” tulis @bigmoonxxx
“Yaudah kalau gak suka genre kayak gini, gak usah nonton,” tulis @piscesgirxxx
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI