SketsaNusantara.id - Belum lama ini, nama Debiprt ramai diperbincangkan netizen di media sosial.
Hal ini berawal dari review Debiprt terkait salah satu warung makan rawon di Jogja.
Dalam reviewnya, Debiprt memberikan penilaian kurang baik, padahal warung makan itu sudah berdiri lama.
Bahkan telah memiliki banyak pelanggan yang langganan di warung makan tersebut.
Sontak saja banyak netizen yang tak setuju dengan penilaian Debiprt.
Terlebih para netizen yang telah berkali-kali memesan menu rawon dari rumah makan di Jogja tersebut.
Baca Juga: Tuai Pro Kontra! Begini Jawaban Oma Gala Tanggapi Haters yang Mencibirnya Menjual Kesedihan
Atas penilaian congkaknya, para pengusaha kuliner di Jogja pun melakukan aksi boikot untuk Debiprt.
Seperti dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @txtdrkuliner, para pengusaha kuliner di Jogja muai menyebarkan aksi boikot food vlogger Debiprt di media sosial.
"Kami pelaku usaha F&B Jogja sepakat untuk blacklist @debiprt_,"
"Didalam bisnis itu pertaruhan uangnya gede, bikin bisnis gak gampang. Bisa jadi utang bak, dibawahnya ada pegawai yang mungkin lagi nyicil motor, kamu dikasih kelebihan bukan buat ngerusak usaha orang," demikian tulisan seruan boikot Debiprt yang mulai viral di media sosial.
Salah seorang netizen pun memberikan keterangan bagaimana awal kejadian review Debiprt hingga muncul seruan boikot dari para pengusaha kuliner di Jogja.