Diketahui, Fanny mulai mendapatkan haknya tersebut pada tahun ini di bulan November tetapi yang dulu sudah tidak ada.
Akhirnya, Fanny belajar banyak tentang pencipta lagu dan hak yang bisa didapatkan dan terdapat hal lain yang menjadi pertimbangannya keluar adalah nasib pemain gitar Soegi Boernean.
‘Kalau misalnya dari dulu saya enggak bungkam, mungkin dari dulu saya berani untuk ngobrol, mungkin saya tetap masih ada di band itu, mungkin orang yang memang berhak dapat penghasilan udah dari dulu terealisasikan," ujar Fanny.
Baca Juga: Nyaris Akhiri Hidup, Fanny Soegi Beberkan Perlakuan Buruk Soegi Borneo
"Mungkin saya masih muda ya, belum pernah dihadapkan pada pertemanan yang tiba-tiba berhubungan dengan uang yang besar dan akhirnya kaget satu sama lain, ya akhirnya terpecah karena uang," jelas Fanny.
Hal utama yang menjadi pemicu ia keluar adalah masalah pendaftaran HAKI nama Soegi Boernean.
"Misalnya harusnya tiga orang kepemilikan itu jadi lima orang. 'Mau tahu enggak kenapa lima orang ini yang terdaftar? Jadi kalau kamu keluar dengan nama kamu sendiri, kamu mau solo atau mau di penulis, kamu harus membayar royalti ke lima orang ini,'" terangnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!