Dalam medis, kanker ovarium terbilang sebagai salah satu penyakit yang ganas dan cukup mematikan.
Kanker Ovarium merupakan tumor yang berasal dari sel-sel ovarium, pertumbuhan sel-sel baru dalam ovarium secara abnormal dapat menyerang bagian tubuh dan menyebar ke organ lain yang penting.
Kanker satu ini termasuk dalam kanker ginekologi yang paling mematikan sebab umumnya hanya bisa dideteksi ketika penderita sudah parah.
Bahkan tidak ada tes skrining awal yang terbukti untuk kanker ovarium san tidak ada tanda-tanda awal yang pasti untuk kanker ovarium.
Masuk pada pembahasan akan penyebab munculnya kanker ovarium, menurut yankes.kemkes.go.id dan sejumlah pakar kesehatan menyebut bahwa kanker ovarium hingga saat ini belum ditemukan penyebabnya secara pasti.
Tetapi para peneliti kesehatan memberikan sebuah data berupa faktor-faktor yang beresiko meningkatkan munculnya penyakit kanker ovarium.
Fakto-faktor tersebut diantaranya usia, usia menarche, paritas, riwayat keluarga, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan riwayat kontrasepsi.
Menurut informasi dari dr. Yudi A. Eka., Sp.OG (K)., M. kes yang merupakan konsultan Ginekologi Onkologi Jakarta, berbeda dengan kanker serviks yang diketahui penyebabnya berasal dari virus, kanker ovarium merupakan sebuah mutasi gen yang bersifat sporadik dan tidak diketahui jelas penyebabnya.
Gejala dan tanda klinis dari penyakit kanker ovarium di antaranya pembesaran perut, terdapat massa di dalam rongga perut atau pelvis, gejala gangguan pencernaan makanan (dispepsia), gangguan buang air kecil dan besar, gangguan haid.
Jika telah mendapati gejala-gejala di atas, sebaiknya segera melakukan pengecekan rutin secara berkala untuk memastikan secara benar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!