showbiz

Tak Didampingi Psikolog, Ini Alasan David Bayu Selalu Temani Audrey Davis Saat Pemeriksaan Kasus Video Asusila

Rabu, 14 Agustus 2024 | 10:45 WIB
David Bayu saat dampingi anak jalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya (Tangkapan Layar Youtube Merdekadotcom)

 

SketsaNusantara.id - David Bayu memberikan penjelasan terkait kasus penyebaran video asusila yang menimpa anaknya, Audrey Davis.

Dalam keterangannya, David beberkan kondisi Audrey yang saat ini dinilai masih syok.

Pernyataan tersebut disampaikan David Bayu saat menjalani pemeriksaaan lanjutan Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Selasa 13 Agustus 2024.

Baca Juga: Terancam Hukuman Berlapis, Tak Hanya KDRT, Armor Toreador Gondol Uang Miliyaran Rupiah Milik Investor

David mengaku anaknya masih tidak enak badan untuk menjalani pemeriksaan hari ini. Itu sebabnya, Ia selalu mendampingi sang putri.

"Sebenarnya hari ini dia gak enak badan, masih syok, belum bisa menerima realita kayaknya. Jadi saya harus mendampingi selalu, lagian hari ini ada panggilan ya," ungkap David seperti dikutip SketsaNusantara.id dari laman PMJNews.

Saat ditanya apakah Audrey tengah menjalani pendampingan dengan psikolog, David menjelaskan untuk saat ini pihaknya belum merasa butuh.

Baca Juga: Kasus KDRT yang Menimpa Cut Intan Nabila Tuai Simpati Banyak Pihak, Pandawara Group Ikut Merasa Bersalah: Mohon Maaf...

"Belum sampai pendampingan (psikolog), saya sebagai orang tua yang paling utama sebenernya," jelas David.

Seperti diberitakan sebelumnya, Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil mengamankan pria berinisial AP (27) terkait video asusila yang melibatkan anak musisi David Bayu, Audrey Davis.

Dalam keterangannya, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan peran AP dalam kasus tersebut.

Baca Juga: Video Detik-Detik Penangkapan Armor Toreador Beredar Luas, Tindak Tanduk Suami Cut Intan Nabila Jadi Sorotan Netizen: Kaya Kucing Kena Air

"Peran tersangka AP sebagai pemeran pria dalam video asusila dan merekam video bermuatan pornografi," kata Ade Simanjuntak, Senin 12 Agustus 2024.

Penangkapan dilakukan secara paksa di kediaman tersangka di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Halaman:

Tags

Terkini