SketsaNusantara.id - Kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang menimpa Cut Intan Nabila menuai banyak simpati dari berbagai pihak.
Bagaimana tidak, selebgram cantik asal Aceh itu mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari suaminya, Armor Toreador yang terbilang tidak bisa dimaafkan.
Hal ini diungkapkan Cut Intan Nabila melalui akun Intagram pribadinya sendiri saat mengunggah video bukti KDRT yang dilakukan suaminya.
Baca Juga: Amalan Manjur dari KH Achmad Chalwani bagi Jomblo Cepat Dapat Pasangan, Hari Tua Tidak Akan Kesepian
Melalui akun Instagram @cut.intannabila, publik dikejutkan dengan perlakuan Armor Toreador yang tak ragu-ragu menjambak, memukul dan mendorong Cut Intan Nabila hingga jatuh tersungkur dari atas tempat tidurnya.
Tak hanya itu, putri Cut Intan Nabila yang baru lahir pun turut menjadi korban karena tertendang Armor saat menganiaya sang istri hingga tubuh bayi mungil itu beberapa kali terguncang terkena kaki ayahnya sendiri.
Perlakuan kasar yang dilakukan Armor dan anaknya yang ikut jadi korban pun menuai reaksi keras netizen.
Tak tinggal diam, warganet langsung beraksi dan mengunggah ulang video Intan hingga viral dan ramai-ramai melaporkannya ke pihak berwajib hingga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).
Beberapa jam setelah video viral, sejumlah rekan selebgram dan keluarga menemani Cut Intan Nabila ke Polres Bogor untuk melakukan pelaporan.
Armor sebagai pelaku KDRT pun tak pulang ke rumah setelah tahu dirinya menjadi incaran publik bahkan berencana kabur ke Surabaya untuk menghindari polisi.
Hal tersebut sempat menimbulkan keresahan masyarakat, hingga Pandawara Group ikut merasa bersalah kepada Cut Intan Nabila dan juga pada seluruh masyarakat Indonesia.
Kelompok 5 pemuda asal Bandung yang kini dikenal publik sebagai sosok yang peduli dalam permasalahan kebersihan lingkungan itu merasa gagal dalam mengangkut Armor yang dianggapnya sebagai 'sampah' masyarakat.