Diketahui, kecintaan Bilal pada musik muncul sejak dirinya masih berada di bangku sekolah dasar.
Berbagai instrumen musik seperti gitar dan piano dipelajarinya secara otodidak, pemicu awal ia suka terhadap musik karena konser Queen di Montreal tahun 1981 yang ditontonnya lewat DVD koleksi sang ayah.
Baca Juga: Disebut Janda Menor, Ria Ricis Bungkam Tukang Julid dengan Cek Khodam: Boikot...
Perjalanan karir Bilal begitu panjang, bermula dari tergabungnya dirinya di sebuah band rock kuartet bernama RHYM sebagai seorang gitaris.
Bersama band rock RHYM tersebut, melahirkan beberapa singel seperti Anthem of the Delusional Throne (2015), Stranger's Tide (2016), Lord (2018), dan Escapee Eye (2020), serta album mini bertajuk Stranger (2016).
Selama Bilal menjadi seorang gitaris di band RHYM, ia juga bekerja sebagai staff sumber daya manusia (HR).
Kemudian, Bilal mencoba peruntungannya sebagai solois sesaat setelah ia mengundurkan diri dari pekerjaan sebagai staf sumber daya manusia (HR).
Bilal bergabung dengan NET. Talent Management, sebuah perusahaan manajemen artis milik Indika Group.
Ia merilis beberapa single seperti "Biar" yang diciptakan pada tahun 2015, namun baru dirilis pada tahun 2018.
Single lainnya antara lain "Ruang Kecil" (2019), "Yang Tercinta" (2020) bersama Romantic Echoes dan Noh Salleh, "Niscaya" (2021) yang diproduksi bersama Laleilmanino, Lukewarm (2022) bersama Jordie Yose, dan Saujana (2022) yang bernuansa musik 1980an.
Pada tahun 2019, Bilal merilis album mini pertamanya yang berjudul Purnama. Album mini ini berisi 6 lagu termasuk "Irma" dan "Lagu Cinta"
Baca Juga: Terlalu Berani, Ibrahim Risyad dan Salshabilla Adriani Resmi Menikah di Tanggal 1 Suro: Bahaya
Berikut biodata Bilal Indrajaya.