Menurutnya, Marshel Widianto hanya memiliki modal kepopularitasan saja.
"Populer doang. Kalau gue jadi wakil wali kota lain, tersinggung gue,"
Bahkan Pandji menilai dirinya lebih kompeten ketimbang Marshel Widianto, karena ia pernah mempelajari beberapa bidang yang memang dibutuhkan di dunia politik.
"Gue sekolah, gue ngelewatin proses, gue belajar tata kota, gue belajar humaniora, belajar sosial, untuk kemudian gue bisa menjabat jadi wakil wali kota. Tiba-tiba ada Marshel Widianto, ngapain?" imbuhnya.
Kendati begitu, Pandji Pragiwaksono tidak menyalahkan sepenuhnya kepada Marshel Widianto, karena masih ada campur tangan partai yang mengusungnya.
"Tapi, bukan kesalahan Marshel menurut gue. Anak Standup Indo isinya orang susah, kami itu punya mentalitas ada job, berangkat abangku. Apapun itu, harusnya yang jadi pengambil keputusan itu adalah partai dan pimpinan partainya," tandasnya.***