SketsaNusantara.id- Pada tanggal 17 Juni 2024, Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul mendakwa A (32) yang merupakan mantan karyawan HYBE.
Kemudian ada B (35) dan C (39) yang bekerja di anak perusahaan HYBE dan dituduh atas pelanggaran UU pasar modal.
Kasus tersebut ada kaitannya dengan informasi sensitif yang bocor milik HYBE yaitu penghentian sementara aktivitas grup BTS.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun instagram @panncafe, pada tanggal 14 Juni 2022 pukul 9 malam, BTS memposting video di saluran youtube resmi mereka dan mengumumkan bahwa BTS akan menghentikan aktivitas grup untuk sementara dan mulai pada kegiatan individu.
Selanjutnya di keesokan harinya, harga saham HYBE langsung anjlok sebesar 14,87%.
Terdakwa diduga sudah mengetahui video itu akan dirilis pada akhir Mei dan awal Juni 2022.
Mereka akhirnya menjual saham HYBE tepat sebelum video dirilis untuk menghindari kerugian yang totalnya mencapai lebih dari 233 juta won.
A dan B masing-masing menjual 500 dan 2.300 saham sehari sebelum dirilis. Sementara C menjual 2.947 saham HYBE saat siang hari sebelum video dirilis.
Baca Juga: Duh! Kembali Buat Gaduh, Bang Si Hyuk Buat Girl Group dengan AI, Netizen: Kok Konsepnya Ga Asing...
Beradasarkan postingan di akun X milik @BlueeDenise, informasi mengenai pendaftaran wajib militer BTS dan aktivitas grup yang dihentikan itu termasuk rahasia yang hanya diketahui oleh sejumlah eksekutif senior dan sedikit mitra bisnis.
Video tersebut adalah informasi sensitif yang melalui beberapa pertemuan dan diedit sebelum dirilis.
Mereka ternyata mendapatkan informasi lewat pekerjaannya di Departemen Visual Creative dan Dokumen Protokol
Menurut jaksa, pekerjaan mereka sangat dekat dengan anggota BTS dan tentunya mengetahui soal pendaftaran militer dan penghentian aktivitas grup.