SketsaNusantara.id - Siapa yang tak kenal Bruno Mars? Belakangan ini, penyanyi asal Amerika tersebut santer jadi sorotan usai beredar kabar akan menggelar konser di Jakarta.
Namun, dibalik kegembiraan para penggemar yang antusias akan menyambut kedatangan Bruno Mars ke Indonesia, ramai muncul aksi boikot di media sosial.
Bukan tanpa alasan, Bruno Mars terancam diboikot lantaran diduga jadi salah satu artis yang mendukung Israel.
Dugaan ini makin diperkuat semenjak Bruno Mars mengadakan konser di Tel Aviv pada bulan Oktober 2023 lalu. Bahkan momen konsernya di Israel pun diunggah di Instagramnya.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Times of Israel, Bruno Mars menyatakan kegembiraannya di hadapan 60 ribu penonton dan bahkan menyanyikan lagu dengan mengubah lirik yang menunjukkan kecintaannya terhadap Israel saat konser di Tel Aviv.
Diketahui, Bruno Mars menyanyikan Calling All My Lovelies dan diganti dengan bahasa Ibrani "Ani Ohev Otach" yang berarti "Aku Mencintaimu kepada penggemar".
Tak hanya itu, Bruno Mars juga mengganti lirik saat membawakan lagu "Marry You" pada konsernya di Tel Aviv.
Lirik lagu yang seharusnya "dancing shoes" diganti dengan pernyataan "Tel Aviv, I Think I want to marry you!" yang berarti "Tel Aviv, sepertinya aku ingin menikahimu".
Tak heran jika kemudian ramai seruan boikot konser Bruno Mars ke Internasional Stadium pada bulan September 2024 mendatang.
Seperti diketahui, Israel merupakan negara yang ramai diboikot di Indonesia lantaran melancarkan aksi genosida di Gaza, Palestina.
Serangan Israel ke Gaza yang masih berkelanjutan hingga saat ini merenggut puluhan ribu korban jiwa, terutama anak-anak dan wanita yang paling banyak menjadi korban kekejaman serangan tentara Israel.