Batara tidak hanya berperan sebagai manajer, tetapi juga sebagai mentor bagi Fuji. Ia membantu Fuji mengembangkan bakat dan kemampuannya, serta menjaga citra positif Fuji di mata publik.
Keberhasilan ini membuat banyak artis lain tertarik untuk bekerja sama dengan Batara untuk memperkuat posisinya dalam industri hiburan.
Namun, kejayaan Batara tidak bertahan lama. Dilansir SketsaIndonesia.id dari Youtube Starpro Indonesia, pada awal tahun 2024, muncul laporan bahwa Batara Ageng diduga melakukan penggelapan uang yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah.
Uang tersebut seharusnya digunakan untuk kepentingan karier Fuji, namun diduga disalahgunakan oleh Batara untuk kepentingan pribadi.
Kasus ini mencuat ketika Fuji menyadari adanya ketidaksesuaian dalam laporan keuangan yang disampaikan oleh Batara.
Fuji, yang merasa dirugikan, kemudian melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.
Penyelidikan yang dilakukan menunjukkan adanya bukti yang menguatkan dugaan penggelapan tersebut.
Berita tentang kasus ini segera menyebar dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Banyak penggemar Fuji yang merasa kecewa dan marah terhadap tindakan yang diduga dilakukan oleh Batara.
Mereka menyayangkan bahwa seseorang yang selama ini dipercaya dan dianggap sebagai sosok yang berjasa dalam karier Fuji ternyata diduga melakukan tindakan kriminal.
Di sisi lain, beberapa pihak juga menunjukkan simpati terhadap Batara. Mereka berpendapat bahwa setiap orang bisa melakukan kesalahan dan berharap Batara mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri.