SketsaNusantara.id - Di balik kesibukannya sebagai penyanyi dan figur publik, Aldi Taher tengah menjalani tanggung jawab besar sebagai seorang anak. Ia bersama sang kakak terus berupaya memenuhi kebutuhan pengobatan ibundanya yang mengalami stroke.
Perjalanan pemulihan sang ibu masih terus berlangsung. Meski kondisinya menunjukkan perkembangan positif, terapi rutin tetap harus dijalani setiap pekan agar proses pemulihan berjalan optimal.
Aldi mengungkapkan bahwa biaya pengobatan dan terapi ditanggung bersama kakaknya, Ali. Keduanya sepakat membagi peran agar kebutuhan sang ibu tetap dapat terpenuhi tanpa mengganggu proses pemulihan.
Menurut Aldi, sang kakak lebih banyak mendampingi ibunya saat menjalani terapi. Sementara dirinya berusaha mencari penghasilan melalui berbagai aktivitas sebagai penyanyi dan publik figur.
"Seminggu itu tiga kali (terapi). Bang Ali yang biasa nemenin. Jadi kita bagi tugas. Aldi nyanyi nyari duit insyaallah buat Ibu terapi, Bang Ali juga nyari duit buat Ibu terapi," ungkap Aldi Taher.
Terapi yang dijalani ibundanya dilakukan secara rutin beberapa kali dalam seminggu. Aldi mengakui biaya pengobatan stroke tidak sedikit, namun ia memilih menjalaninya dengan penuh keikhlasan.
Baginya, kesehatan sang ibu menjadi prioritas utama. Karena itu, ia terus bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya pengobatan yang masih berlangsung hingga sekarang.
Selain dukungan dari keluarga, Aldi juga mengapresiasi tenaga medis yang selama ini mendampingi proses pemulihan ibunya. Ia menyebut perkembangan kondisi sang ibu tidak lepas dari peran para perawat dan terapis.
Aldi juga mengungkapkan bahwa ibunya menjalani berbagai metode terapi selama masa pemulihan. Salah satunya adalah terapi menggunakan teknologi robot yang menjadi bagian dari program rehabilitasi.
"Saya berterima kasih buat suster yang sudah merawat Ibu, terapi Ibu. Ada terapi robot juga namanya," kata Aldi.
Perkembangan kesehatan sang ibu membuat Aldi merasa bersyukur. Ia melihat perubahan yang semakin nyata setelah menjalani terapi secara konsisten.
Salah satu momen yang paling membahagiakan baginya adalah ketika sang ibu mulai mampu melakukan aktivitas sederhana secara mandiri. Kemampuan tersebut menjadi tanda adanya perkembangan selama proses rehabilitasi.