"Dalam prinsip hidupku juga aku sangat hati-hati dengan urusan bisnis dan keuangan. Namun, aku akhirnya luluh juga karena kepercayaan yang sudah terbangun selama ini," sambungnya.
Dalam unggahannya, Tantri pun menampilkan bukti chat saat berbisnis bersama Poppy. Pada awal kerja sama, bisnis tersebut disebut berjalan lancar sehingga membuat Tantri semakin percaya.
Namun, situasi berubah drastis ketika pada 19 Juni 2026, ketika Poppy dikabarkan tiba-tiba menghilang. Nomor telepon maupun akun media sosialnya tidak lagi dapat dihubungi.
Tak hanya Tantri, sejumlah orang lain juga disebut mengalami kerugian dalam kasus serupa. Tantri bersama para korban bahkan sempat mendatangi rumah orang tua Poppy untuk mencari kejelasan, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
"Puluhan orang lainnya berusaha cari kabarmu. Kami saling berkomunikasi dalam panik dan putusa asa. Rumahmu kami datangi tapi keluarga dan orang tuamu angkat tangan," curhat Tantri.
"Aku berharap kamu datang, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan memberikan kejelasan kepada orang-orang yang selama ini telah menaruh kepercayaan mati-matian sama kamu," pesannya.
Tantri juga mengungkap ada banyak korban yang terjerat tipu daya Poppy, bahkan anggota keluarganya sendiri mengaku alami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Melalui kejadian ini, Tantri ingin menceritakan pengalamannya dan mengekspos wajah pelaku sehingga tak ada lagi yang menjadi korban penipuan.
Meski sedang menghadapi ujian berat, Tantri berusaha tetap berpikir positif dengan mengambil hikmah dari peristiwa yang menimpanya.
"Selalu ada musibah yang bisa dipelajari ke depannya. Yuk kita bangkit. Prasangka baikku adalah jika memang itu hartaku yang bersih, insya Allah akan kembali. Namun jika bukan hakku maka biarkan dia lepas dariku untuk mengurangi hisabku kelak. Alhamdulillah selagi ada mereka (suami dan anak) aku tetap semangat menjalani hidup," tulisnya.
Tantri juga berharap apa yang dialaminya dapat menjadi pelajaran bagi orang lain, berharap masalah ini mendapat jalan keluar dan penyelesaian terbaik.
"Untuk urusan Poppy Nupitasari kuserahkan semua ke hukum Allah, karena kutahu segala yang hadir di hidupku adalah titipan. Salah satunya titipan ujian ini harus aku lewati dan aku publikasikan, biar tidak terulang," ucapnya.
Ibu 2 anak itu pun meminta bantuan publik untuk melapor jika bertemu dengan terduga pelaku.