showbiz

Demi Lebih Memahami Putranya, Dewi Perssik Ambil Jurusan Psikologi dan Hadapi Kesulitan yang Tak Disangka

Kamis, 4 Juni 2026 | 22:00 WIB
Dewi Perssik. (Instagram.com/@dewiperssik9)

SketsaNusantara.id - Di tengah kesibukannya sebagai pedangdut dan pembawa acara, Dewi Perssik mengambil langkah yang menarik perhatian publik. Penyanyi yang akrab disapa Depe itu memutuskan kembali menempuh pendidikan tinggi di sebuah universitas di Jakarta.

Keputusan tersebut tidak diambil tanpa alasan. Dewi Perssik memilih jurusan psikologi karena ingin memperluas pemahamannya, terutama dalam mendampingi tumbuh kembang putra semata wayangnya, Gabriel.

Langkah Depe kembali ke bangku kuliah mendapat perhatian karena dilakukan saat dirinya masih aktif menjalani berbagai pekerjaan di dunia hiburan. Namun di balik semangat belajarnya, Dewi Perssik mengaku menghadapi sejumlah tantangan selama menjalani perkuliahan.

Baca Juga: Dewi Perssik Merasa Diratukan oleh Putranya, Felice Gabriel Kini Perhatikan Hal Kecil hingga Cara Berpakaian Sang Mama

Salah satu kendala terbesar yang dihadapinya adalah mata kuliah yang menggunakan bahasa Inggris. Situasi itu membuatnya harus bekerja lebih keras untuk memahami materi yang disampaikan selama perkuliahan berlangsung.

Saat ditemui di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Dewi Perssik secara terbuka menceritakan pengalamannya ketika mengikuti kelas yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

“Saya enggak tahu dosen ngomong apa. Jadi harus diterjemahkan dulu baru saya paham,” ujarnya.

Baca Juga: Dewi Perssik Kuliah Pakai Cadar agar Tak Dikenali, Rahasianya Terbongkar saat Presentasi dan Teman Kampus Mulai Curiga

Menurut Dewi Perssik, proses memahami materi kuliah menjadi lebih menantang karena ia harus menerjemahkan terlebih dahulu apa yang disampaikan dosen sebelum dapat menangkap isi pembelajaran secara utuh.

Meski demikian, ia tetap berusaha mengikuti seluruh proses perkuliahan dengan baik. Dewi Perssik juga mengaku beruntung karena mendapatkan dosen yang memahami kondisinya sebagai mahasiswa yang masih beradaptasi dengan materi berbahasa Inggris.

Ia memilih menyampaikan kesulitannya secara langsung kepada dosen yang mengajar. Langkah itu membuat proses belajar menjadi lebih nyaman dan membantunya mengikuti perkuliahan dengan lebih baik.

“Alhamdulillah, dosennya bukan yang ketat banget gitu. Aku blakblakan bilang ke beliau kalau saya enggak tahu beliau ngomong apa,” imbuhnya.

Selain kendala bahasa, tantangan lain yang dihadapi Dewi Perssik adalah membagi waktu antara pekerjaan dan kegiatan akademik. Sebagai figur publik yang masih aktif tampil di berbagai program televisi dan kegiatan lainnya, jadwalnya kerap berbenturan dengan agenda kampus.

Kondisi tersebut sempat membuatnya harus mengikuti ujian tengah semester susulan. Beberapa pekerjaan yang telah dijadwalkan sebelumnya tidak dapat ditinggalkan sehingga ia membutuhkan penyesuaian jadwal akademik.

Halaman:

Tags

Terkini