SketsaNusantara.id - Kepergian sosok ibu selalu meninggalkan kesedihan mendalam yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Hal itulah yang kini dirasakan Fedi Nuril setelah sang ibunda meninggal dunia.
Duka mendalam itu tak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga para kerabat dan penggemar yang selama ini mengenal Fedi sebagai pribadi hangat dan dekat dengan keluarga.
Sebagaimana diketahui, Fedi Nuril sempat membagikan kabar duka melalui akun Instagram pribadinya setelah ibunya, Gusmawati Nuril wafat pada hari Kamis, 21 Mei 2026.
Dalam keadaan berduka Fedi sempat tidak aktif di media sosial pasca mengumumkan berita duka. Banyak warganet dan rekan sesama artis kemudian menyampaikan ucapan belasungkawa serta mendoakan keluarga yang ditinggalkan.
Di tengah suasana kehilangan, kakak Fedi Nuril juga sempat mengungkap kondisi sang aktor yang begitu terpukul setelah mendengar kabar ibunya meninggal dunia.
Beberapa hari setelah masa berduka, Fedi menyampaikan pesan menyentuh di Instagram. Dalam unggahannya, anak ketiga dari 3 bersaudara itu membagikan foto momen sungkem dengan sang ibu saat acara pernikahannya.
Ia mengucap syukur seraya memanjatkan doa, mengenang sosok ibunda tercinta yang begitu hebat dan kini telah tiada.
"Ya Allah, terima kasih sudah menitipkan kami kepada seorang Mama yang hebat dan kuat. Mama yang tetap tersenyum di tengah lelah membesarkan tiga anak laki-laki yang kelakuannya suka gak jelas, yang diam-diam tetap menyimpan banyak doa untuk kami,” tulis Fedi dalam unggahannya, dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @fedinuril pada hari Senin, 25 Mei 2026.
Bintang film "Ayat-Ayat Cinta" itu juga mengunggah potret lawas ayah dan ibunya, yang memperlihatkan kerinduan mendalam kepada kedua orang tua yang sudah wafat.
Dalam tulisan panjangnya, Fedi juga mengenang perjuangan sang ibu setelah ayahnya meninggal dunia 33 tahun silam. Gitaris band Garasi itu mengaku baru benar-benar menyadari betapa besar pengorbanan ibunya setelah kepergian Mama untuk selama-lamanya.
"Setelah Papa meninggal 33 tahun yang lalu, kami merasa Mama akan selalu ada, padahal waktu terus berjalan diam-diam," ujarnya.
"Ketika raganya sudah tidak bersama kami, rasanya ingin memeluknya lebih lama dan berkata, 'terima kasih sudah sekuat itu untuk kami'," sambungnya.