"Mama itu kan udah ngga bisa banyak ngomong jadi kemarin habis makan, kedengaran suara tepuk tangan dan ternyata nyokap manggil, 'Nanda, tolongin mama dong, kesedak air putih'," ujarnya.
"Mama sempat kaya kesakitan gitu, 'Nanda, Nanda, tolongin mama dong', sakit banget gitu. Gue mau nangis nginget ini karena Mama sampai muntah-muntah dan emang sebelumnya nggak pernah kaya gini," sambungnya dengan mata berkaca-kaca.
Di tengah kondisi tubuh yang semakin lemah, almarhumah ternyata masih sempat menunjukkan kebiasaannya yang selalu ingin tampil rapi dan serasi. Permintaan unik ini sempat membuat kakak Fedi Nuril keheranan.
"Saat panik momen itu, emang kemarin udah janjian sama Fedi ke RSPI dicek lagi, tapi karena udah nggak kuat kesakitan banget makanya mau dibawa ke UGD," kata Nanda.
"Mama kan nggak bisa berdiri akhirnya minta saya bantuin ambilin baju kan orangnya matching ya. Pokoknya ambilin baju atasan ini, bawahan yang warna ini. Aku ngebatin aja Mama keadaan (kritis) kaya gini masih mikirin baju, tapi ya aku turutin aja," imbuhnya
Nanda kemudian mengenang permintaan terakhir ibundanya sebelum dibawa ke rumah sakit yang menjadi kenangan yang membekas bagi keluarga.
Melihat Ibundanya merasa makin kesakitan, Nanda mulai merasa sang ibu sudah memasuki fase sakaratul maut. Tak lama kemudian, ia menggenggam tangan ibundanya sambil membimbing membaca zikir.
"Waktu aku ngambilin bajunya itu Mama diem aja, terus minta diambilin kerudung katanya mau dipake. Nah pas aku ambilin tiba-tiba (sesak nafas), kupikir udah sakaratul maut apa ya ini," ujarnya.
"Aku genggam tangan Mama, terus bisikin 'Laa ilaaha illallah'. Aku juga doa, 'Ya Allah kalau memang sudah waktunya, mudahkanlah'," tuturnya.
Dalam keadaan panik, kakak Fedi Nuril bahkan sempat memastikan ibunya yang kala itu masih bisa merespon meski badannya mulai terbujur kaku.
Dalam momen penuh haru tersebut, Nanda juga sempat menyampaikan permintaan maaf dan salam perpisahan kepada sang ibu sebelum akhirnya almarhumah mengembuskan napas terakhir dengan tenang.
Cukup dramatis, Nanda mengenang momen terakhir ibunda wafat bertepatan dengan berkumandangnya adzan memasuki waktu sholat ashar.