Kejadian ini kembali membuka diskusi publik soal pentingnya menjaga batas dalam menggunakan media sosial, terutama ketika melibatkan anak-anak.
Banyak pihak mengingatkan bahwa candaan yang tidak tepat bisa berdampak panjang terhadap kondisi psikologis anak, apalagi jika tersebar luas dan menjadi konsumsi publik.
Permintaan maaf Safrie memang menjadi langkah awal meredakan situasi. Namun, bagi sebagian publik, kasus ini menjadi pengingat bahwa jejak digital dan tindakan di ruang publik memiliki konsekuensi yang tidak bisa dianggap sepele.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini