SketsaNusantara.id - Pedangdut ternama Dewi Perssik mengambil langkah serius menyikapi kabar bohong yang menyebut dirinya telah meninggal dunia. Isu tersebut sempat viral di berbagai platform media sosial dan memicu kegaduhan publik. Tak tinggal diam, perempuan yang akrab disapa Depe itu kini memburu pihak-pihak yang diduga menjadi dalang di balik penyebaran hoaks tersebut.
Kabar tidak benar itu beredar luas dalam bentuk unggahan konten hingga siaran langsung di platform TikTok. Situasi ini membuat Dewi Perssik merasa dirugikan secara personal maupun profesional. Bahkan, ia sempat masuk ke dalam siaran langsung tersebut untuk mengklarifikasi bahwa dirinya masih hidup dan dalam kondisi sehat.
Namun, upaya klarifikasi itu justru berujung pengalaman yang tidak menyenangkan. Dewi Perssik mengaku mendapat respons berupa ejekan dan hinaan dari para pengguna yang terlibat dalam siaran tersebut. Alih-alih percaya, mereka malah menertawakan dan menyebut dirinya sebagai sosok lain.
Dalam keterangannya, Depe menjelaskan bahwa dirinya sudah mencoba menunjukkan identitas secara langsung. Namun, para pelaku tetap bersikeras menyebut bahwa dirinya telah meninggal dunia. Bahkan, ia disebut sebagai makhluk gaib yang menyamar, sebuah tuduhan yang menurutnya sangat tidak masuk akal sekaligus menyakitkan.
Peristiwa tersebut menjadi titik balik bagi Dewi Perssik untuk mempertimbangkan langkah hukum. Ia menilai tindakan penyebaran hoaks tersebut sudah melewati batas, apalagi dilakukan secara masif dan melibatkan banyak akun.
Dari penelusuran awal, Dewi Perssik mengungkapkan ada sekitar 16 akun media sosial yang terlibat dalam penyebaran kabar bohong tersebut. Menariknya, salah satu akun disebut sempat mengaku hanya menjalankan perintah dari pihak lain. Hal ini membuat Depe semakin penasaran untuk mengungkap siapa sosok yang diduga menjadi aktor utama di balik kejadian tersebut.
Ia menegaskan bahwa fokusnya bukan hanya pada pelaku lapangan, tetapi juga pada pihak yang diduga mengoordinasikan penyebaran informasi palsu tersebut. Baginya, penting untuk mengetahui motif dan tujuan di balik aksi tersebut agar tidak terulang di kemudian hari.
Selama ini, Dewi Perssik dikenal sebagai figur publik yang cukup terbuka dan cenderung mudah memaafkan. Namun dalam kasus ini, ia mulai mempertimbangkan pendekatan berbeda. Ia menilai langkah hukum bisa menjadi efek jera bagi pelaku sekaligus pelajaran bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa penyebaran informasi palsu di era digital dapat berdampak serius, tidak hanya bagi individu yang menjadi korban tetapi juga bagi stabilitas sosial. Hoaks yang menyangkut nyawa seseorang, seperti kabar kematian, dinilai sangat sensitif dan berpotensi menimbulkan kepanikan.
Baca Juga: Kasus Akun Palsu Dewi Perssik Memanas, Data Pribadi Diduga Dipakai
Hingga saat ini, Dewi Perssik masih mengumpulkan bukti dan mempertimbangkan langkah selanjutnya. Ia membuka kemungkinan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum jika memang diperlukan. Publik pun kini menantikan perkembangan lebih lanjut terkait upaya Depe dalam mengungkap kebenaran di balik viralnya hoaks tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!