Menanggapi hal tersebut, Deddy Corbuzier mencoba memberikan sudut pandang yang lebih bijak. Ia mengakui bahwa dalam kondisi tertentu, ketegasan memang diperlukan.
Namun, ia tetap memberikan pengertian pada Steven mengenai dampak perkataan kasar yang mungkin bisa mempengaruhi psikologis seseorang.
"Gue mungkin bisa terima penjelasan lu, mungkin juga gue akan bilang kasar ke anak gue kalo dia makan terlalu banyak karena itu ngaruh ke (kesehatan) dia," ujarnya.
"Tapi untungnya ibu lu kuat, mau dengerin lu dan akhirnya mau berubah. Tapi, gimana kalau ternyata kondisinya berbalik, habis lu katain anjing, ibu lu sakit hati, depresi, dan melakukan hal yang nggak baik? Coba lu pikirin itu," tegasnya.
Kisah yang diungkap Steven memperlihatkan bagaimana pengalaman masa lalu bisa membentuk cara seseorang berkomunikasi.
Namun, di sisi lain, hal ini juga menjadi pengingat bahwa niat baik tidak selalu membenarkan cara yang digunakan, karena tidak semua orang punya kisah berbeda.
Deddy Corbuzier juga mengingatkan Steven untuk tak seenaknya berbicara kasar, karena ucapannya memiliki dampak yang tak sesuai seperti yang diharapkan.
Kasus ini pun menjadi refleksi penting bahwa edukasi, terutama soal kesehatan, sebaiknya disampaikan dengan empati, bukan dengan merendahkan.
Cara penyampaian yang kurang tepat bisa menimbulkan luka, bahkan jika tujuan awalnya adalah untuk memberi motivasi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!