SketsaNusantara.id - Steven Wongso belum lama ini ramai jadi bulan-bulanan publik lantaran unggahannya yang menuai kontroversi di media sosial.
Pasalnya, konten kreator sekaligus influencer yang pernah dekat dengan komika Arafah Rianti itu membuat konten yang menyinggung soal penjual martabak manis yang menurutnya "punya banyak dosa".
Dalam unggahannya, Steven bahkan menyindir pedagang martabak layaknya penjual obat-obatan terlarang karena menjual makanan manis yang berbahaya bagi kesehatan.
Baca Juga: Geger! Steven Wongso Mendadak Nyesel Pernah Berikan Tas Mewah untuk Arafah Rianti, Apa Alasannya?
"Menurut keyakinan saya, semua penjual martabak manis itu bayak dosanya," kata Steven, dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di akun Instagram @steven__wongso pada hari Selasa, 7 April 2026.
"Amit (permisi), Pak, Bu, sadar nggak seberapa banyak gula yang ada di adonan Bapak Ibu? Sadar nggak seberapa bayanya gula itu? Itu bener-bener bisa ngebun*h orang lho kalau terus-terusan," ujarnya.
Perkataan konten kreator asal Surabaya ini makin bikin geram publik karena menyamakan penjual martabak manis seperti pengedar narkoba versi legal.
Ia juga meminta penjual martabak manis untuk 'bertobat' dan lebih memilih menjual makanan sehat.
"Kalo ada yang bilang, 'tapi kan makan martabak manis seminggu sekali'. Amit, (permisi) Pak, Bu, emang pedagang martabak manis bukannya seminggu sekali? Sadar nggak kalau penjual martabak manis itu sama kayak penjual narko, tapi versi legal?" ucapnya ketus.
"Udahlah, jual yang aman-aman aja, Pak, Bu. Ini udah 2026, jual yang sehat-sehat aja," sarannya.
Di akhir konten unggahannya, Steven berpesan untuk mengutamakan hidup sehat dan mengingatkan publik mengenai pola hidup tak sehat akibat konsumsi gula berlebihan.
"Sadar nggak, banyaknya orang yang meninggal karena gula? Bahkan yang meninggal karena gula itu lebih banyak dari yang ada yang meninggal karena narko** lho, tiap tahunnya," pungkasnya.
Perkataan Steven Wongso ini pun menyulut emosi publik dan ramai jadi perbincangan di media sosial.