Kasus ini terus menjadi perhatian Zaskia, terutama karena berdampak besar pada kondisi psikologis putrinya yang terkadang masih mengalami trauma mengingat kejadian tersebut.
Meski begitu, Zaskia mengambil hikmah di balik kejadian ini dan menahan emosi. Ia mengaku tak ingin menaruh dendam pada pelaku apalagi sudah ada itikad baik dari Komandan.
"Belajar menahan ego. Mungkin kita bisa bully rame-rame sampe ego kita puas. Padahal di luar itu terdakwa pun udah langsung dapat hukuman dari kesatuan juga ditahan," ujarnya.
"Kalau kita kasih makan ego dan akhirnya saling menyakiti, aku gak mau buka ruang itu, karena kita hidup harus saling menjaga, menyayangi. Apabila kita disakiti jangan balas menyakiti. Jadi, biar semua sesuai dengan porsinya," tuturnya.
Sikap Zaskia menuai pujian, terlebih ia memilih untuk memaafkan pelaku dan membalas dengan kebaikan. Menurutnya, sudah ada itikad baik yang ditunjukkan Komandan dari Praka NC yang dirasa sudah cukup.
"Satu kasus aja butuh beberapa kali sidang sampai putusan dan Komandannya sendiri sudah minta maaf, memberikan itikad baik untuk ganti biaya pengobatan mewakili pelaku sehingga itu sudah dianggap cukup," kata Zaskia.
Dalam unggahannya, Zaskia menyampaikan pesan agar kejadian ini menjadi pelajaran tanpa harus menumbuhkan dendam dan berharap tak terulang kembali di masa depan.
"Beri pelajaran, ruang maaf supaya pelaku menyesal, dan tidak melakukan kembali ke depannya. Jangan kita tanamkan dendam ke siapapun kalau bisa jadi saudara setelah itu," pesannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini